Waktu Pengerjaan Habis, Proyek Talud Senilai Rp 2,8 Miliar Pantai Baron Mangkrak

  • Bagikan

Tanjungsari,(lensamedia.co)– Proyek rehabilitas dan rekonstruksi kerusakan talud di Pantai Baron, Kapanewon Tanjungsari senilai Rp 2,8 miliar rupiah dipastikan mangkrak. Hal ini diketahui karena saat ini masa pengerjaam telah habis. Sedangkan pengerjaan belum 100 persen rampung dikerjakan.

Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Handoko membenarkan belum selesainya proyek pembangunan talud di pantai Baron tersebut. Kendati begitu dirinya enggan mengatakan capaian pengerjaan hingga masa perpanjangan diterapkan.

Dirinya berdalih, hal itu tidak bisa disampaikan kepada publik lantaran masih dalam proses pembahasan. Sehingga dirinya tak memiliki kapasitas untuk menyampaikannya.

“Maaf nggih, kalau sudah jelas nanti ada tim yang opname progres, dari IRDA, DPU, AP, BPBD, Konsultan Pengawas dan Kontraktor sendiri,” ucap Handoko, Rabu (18/08/2021).

“Ya penilaian progres memang harus tim, jadi tidak ada yang dirugikan kalau masing-masing pihak ada dan riil di lapangan,” terang Handoko ketika wartawan menanyakan penegasan diatas.

Lebih lanjut ia mengatakan, sampai dengan saat ini pihaknya juga belum bisa menentukan apakah akan putus kontrak atau tidak. Pemerintah baru akan menggelar rapat terkait hal itu pada Kamis (19/08/2021) esok.

“Besuk pagi baru dirapatkan, pembahasan kalau putus kontrak itu bagaimana, konsekuensinya apa dan siapa berbuat apa,” ucap dia.

Sementara itu, beberapa hari lalu, Handoko mengatakan bahwa kontraktor sendiri baru menerima uang muka sebesar 20 persen dari nilai kontrak. Sehingga saat ini uang belum semuanya dikeluarkan kepada kontraktor.

“Uang muka 20 persen yang dikeluarkan untuk kontraktor,” kata dia.

Pantauan lensamedia.co di lapangan, satu alat berat masih terlihat di sekitar lokasi pembangunan talud. Pun demikian dengan material berupa gorong-gorong, serta beberapa cetakan dari semen terlihat menumpuk.

Papan proyek yang diketahui pengguna jasa adalah PPK BPBD, konsultan perencanaan PT. Cipta Adi Tama sedangkan untuk kontraktor PT. Hasmah Mattujuh Tujuh pun saat ini sudah tidak ada.

Sementata iti untuk nilai kontrak dalam pengerjaan proyek tersebut senilai Rp 2.877.970.945,65 dengan waktu pengerjaan 105 hari kalender.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: