Wakil Bupati Apresiasi Peran Linmas yang Bakal Andil Besar Dalam Pengamanan Pilur Serentak

  • Bagikan

Patuk,(lensamedia.co)–Pesta demokrasi kontestasi pilihan lurah serentak di Kabupaten Gunungkidul akan dilaksanakan pada 30 Oktober 2021 mendatang. Ada 58 Kalurahan yang nantinya akan memilih pemimpin baru. Menjelang momen ini, eskalasi politik masyarakat memang cenderung meningkat. Untuk antisipasi dan penyiapan keamanan pada proses Pilur, Kapanewon Patuk menggelar apel pembinaan kesiapsiagaan anggota Linmas, Jumat pagi(22/10/2021).

Apel yang digelar di halaman kompleks kantor Kapanewon Patuk ini dipimpin langsung oleh wakil Bupati Gunungkidul Heri Susanto. Pada kesempatan ini, Heri mengapresiasi tentang kesiap-siagaan setiap Kalurahan untuk menyelenggarakan Pilur. Dia juga menilai positif tentang semakin berkembangnya kesadaran politik masyarakat Gunungkidul.

“Dari 58 Kalurahan di Gunungkidul yang melaksanakan Pilur, kami mencatat secara umum keadaan tetap kondusif, masyarakat sekarang sudah mempunyai kesadaran politik yang baik,” terang Heri, Jumat(22/10/2021).

Wakil Bupati juga menyampaikan, meskipun.dinilai kondusif, akan tetapi faktor pengamanan masih menjadi prioritas.

“Selain TNI dan Polri, peran Linmas sangat utama, kami sangat mengapresiasi ketugasan Linmas dalam setiap momen momen politik seperti ini,” lanjut Heri.

Disinggung soal kesejahteraan para Linmas, yang sangat minim fasilitasnya, Wakil Bupati menyatakan, bahwa ke depan Pemkab Gunungkidul akan memikirkan anggaran tentang fasilitas ataupun kesejahteraan para Linmas.

“Semoga keadaan Gunungkidul setelah meredanya Pandemi akan semakin baik dan tertata, tentu kita akan memikirkan tentang para petugas Linmas ini,” lanjutnya.

Masalah Linmas yang paling mendasar adalah sulitnya regenerasi. Hal ini disampaikan oleh Kasiran(63), seorang anggota Linmas Kalurahan Pengkok.

“Angota Linmas memang kebanyakan sudah tua-tua, minat anak muda untuk menjadi linmas memang masih sangat minim,” terang Kasiran.

Hal ini, menurut Kasiran karena terpengaruh kesejahteraan atau fasilitas Linmas yang sangat minim.

“Menjadi Linmas memang tidak mendapatkan tunjangan kecuali hanya seragam, padahal Linmas selalu dilibatkan dalam berbagai kegiatan baik kegiatan kalurahan ataupun kegiatan masyarakat, kalau yang tua mau mengundurkan diri masih sulit mencari penggantinya,” papar Kasiran.

Sementara itu, Panewu Patuk, Martono Iman Santoso mengungkapkan, aparat penegak hukum dan Linmas memang menjadi ujung tombak keamanan di setiap TPS yang ada di masing-masing wilayah.

“Di Kapanewon Patuk sendiri ada 6 Kalurahan yang menyelenggarakan Pilur, ada 32 calon yang akan berkompetisi, pengamanan tentu akan menjadi prioritas, ada 90 Linmas yang akan bertugas,” terangnya, Jumat (22/10/2021).

Ia menjelaskan 6 Kalurahan itu diantaranya Kalurahan Pengkok, beji, Nglanggeran, Putat, Salam, dan Semoyo. Untuk pengamanan sendiri akan dilakukan secara maksimal agar tidak ada potensi konflik dan potensi lain yang terjadi pada proses sampai hari pencoblosan.

“Kami sangat mengapresiasi betul semangat para Linmas dari setiap Kalurahan, sebagian memang sudah berusia tua, namun tetap berkomitmen dan berkontribusi dalam proses ini,” lanjutnya.

Panewu juga menghimbau, agar masyarakat luas khususnya di Kalurahan penyelenggara pilur untuk aktif menggunakan hak suara mereka dan selektif dalam menerima informasi, untuk meminimalisir terjadinya konflik.

“Semoga Pilur lancar, dan mampu menghasilkan pemimpin pemimpin yang mampu membawa kemajuan di setiap wilayahnya,” pungkasnya.

u6Dacb.md.jpg"
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: