u6Dacb.md.jpg

Upayakan Bisa Tempati Hunian Layak, Diah Sunaryanta Rogoh Kocek Pribadi Bantu Warga yang Tinggal di Kandang Sapi

  • Bagikan

Nglipar,(lensamedia.co)– Kamis (02/09/2021) siang, Ketua Penggerak PKK Gunungkidul, Diah Sunaryanta mendatangi sebuah kandang di pinggir sungai Oya, di Padukuhan Kedungranti, Kalurahan Nglipar, Kapanewon Nglipar, Gunungkidul. Dimana kandang ternak itu sebelumnya merupakan hunian keluarga Ngadiono (52) dan Sumini (44) serta 3 anaknya.

Istri Bupati Gunungkidul itu berkeliling melihat setiap sudut bangungan. Nampak matanya berkaca ketika melihat kamar dengan dinding terpal berwarna biru seolah berbagi dengan tiga ekor sapi, dan dua ekor kambing. Dibelakang kamar, terdapat dapur sederhana tungkunya masih menyala karena baru saja menanak nasi untuk makan keluarga, dan merebus ketela untuk pakan ternak. 

“Saya kesini karena mendapat informasi ada keluarga yang tinggal bareng ternak di tepi sungai. Saya memastikan kabar itu benar tidak,” kata Diah.

Tak selang lama, Diah kemudian berjalan sekitar 500 meter ke utara bangunan kandang itu. Ya, itu merupakan lokasi dimana keluarga Ngadiono saat ini tinggal.

Disebuah bangunan tak cukup besar yang merupakan rumah bantuan caritas pasca gempa bumi 2006 silam, Ngadiono bersama keluarganya menyambut kedatangan Diah Sunaryanta. Di lokasi itu, Diah langsung bertegur sapa dan tanpa basa basi menyerahkan bantuan sembako yang ia bawa.

“Saya memastikan melihat langsung kondisinya, pak Ngadiono dalam keadaan sehat. Apa yang saya bawa ini untuk meringankan beban mereka,” ucap Diah.

Tak selang lama, Diah juga datang ke bangunan rumah yang dulunya milik Ngadiono namun telah dijual ke kerabatnya. Saat ini kondisi rumahnya pun telah rusak parah, atap mulai jebol hingga asbes pun banyak yang berlubang.

Dalam kesempatan tersebut, Diah juga memberikan uang dari kantong pribadinya kepada keluarga Ngadiono. Dirinya berharap kedepan ada tindakan dari pemerintah agar keluarga tersebut bisa menempati huniannya lagi.

“Harapan kita ya ada respon dari pemerintah nantinya agar keluarga ini bisa tinggal dengan layak dan kembali membaur dengan warga,” jelas dia.

Sebagaimana diketahui, Ngadiono merupakan warga Gunungkidul yang merantau ke Sumatera. Namun pasca 2018 lalu, ia kembali bersama anak istrinya. Lantaran tak punya rumah karena dijual untuk melunasi hutang, mereka pun terpaksa tinggal di hutan. Hal itu dipilih lantaran Ngadiono memelihara ternak.

Kemudian pada awal tahun 2021 kemarin oleh warga Kedungranti dibangunkan bangunan kandang ternak dan disekat untuk tempat istirahat. Ia diketahui menempati kandang itu sejak dua bulan terakhir ini.

u6Dacb.md.jpg
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: