Unik, Polres Gunungkidul Hadirkan Tokoh Punokawan saat Gelar Operasi Zebra

  • Bagikan

Gunungkidul,(lensamedia.co)–Ada yang unik di pelaksanaan operasi Zebra yang digelar Sat Lantas Polres Gunungkidul, pada Senin(22/11/2021. Pada operasi yang digelar di alun alun depan Pemda di Wonosari, Polres menghadirkan 4 tokoh punokawan untuk memberi nuansa lain pada pelaksanaannya.

Pada agenda ini, Sat Lantas Polres Gunungkidul tidak sekedar melaksanakan operasi kendaraan, tapi juga menfokuskan untuk mengingatkan kepada masyarakat agar tetap melaksanakan protokol kesehatan.

Di samping itu, mereka juga membagi-bagikan masker secara gratis kepada masyarakat yang kebetulan melintas, dan juga menempelkan stiker pada setiap kendaraan untuk selalu pakai masker.

“Kami juga memberikan paket sembako kepada masyarakat yang dinilai membutuhkan saat melintas,” terang Iptu Darmadi, Kepala Unit Penegakan Hukum Polres Gunungkidul, di sela sela acara, Senin(22/11/2021).

Di samping itu, personil Sat Lantas juga melakukan razia kepada pelanggar lalu lintas secara kasat mata, terkait kelengkapan keselamatan kendaraan, terutama pengendara yang menggunakan knalpot brong/blombongan pada kendaraanya.

“Kami sengaja mengenakan kostum Punokawan, karena punokawan adalah pamong tokoh kebaikan, harapan kami masyarakat terinspirasi untuk melakukan hal-hal yang baik seperti patuh dan taat keselamatan berkendara dan terhadap protokol kesehatan,” lanjut Darmadi.

Operasi Zebra 2021 ini digelar menjelang natal dan tahun baru. Hal ini sebagai bentuk antisipasi, mengingatkan masyarakat akan potensi peningkatan kasus covid19.

“Momen liburan Nataru, dimana wisatawan yang akan datang cukup banyak dari berbagai daerah, berpotensi meningkatkan angka kasus covid19, ini yang perlu kita antisipasi,” imbuhnya.

Terkait pelanggaran lalu lintas yang terjadi di Gunungkidul selama 2021, Darmadi menyebut, secara umum mengalami penurunan dan tidak sebanyak di Kabupaten/Kota lainnya.

“Secara detai angka, saya tidak membawa data, tapi yang jelas ada penurunan angka Laka Lalin sebesar 15 persen,” imbuhnya.

Darmadi menyatakan, bahwa penurunan ini, sangat dipengaruhi oleh Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang membuat mobilitas masyarakat berkurang.

“Saat ini kecenderungan kegiatan masyarakat sudah mulai normal, sehingga banyak hal yang perlu diantisipasi, terutama potensi naiknya kasus Covid19 di masa liburan akhir tahun,” pungkasnya.

u6Dacb.md.jpg"
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: