UMP/UMK DIY ditetapkan, Gunungkidul Naik 7 Persen Lebih

  • Bagikan

Gunungkidul, (lensamedia.co)– Upah Minimum Propinsi (UMP) dan Upah Minimum Kabupaten/kota(UMK), hari ini telah ditetapkan oleh Pemda DIY. Gubernur DIY. Sri Sultan HB X, secara langsung telah mengumumkan ketetapan ini. Empat Kabupaten dan Kota Yogyakarta masing masing mengalami kenaikan.

Gunungkidul adalah kabupaten yang memiliki kenaikan yang tertinggi, yaitu naik 7, 34 persen, disusul Kulonprogo, 5,50 persen, Sleman 5,12 persen, Kota Yogyakarta 4,08 persen dan terakhir Kabupaten Bantul 4,04 persen. Secara umum, UMP DIY tahun 2022 naik 4,30 persen, dibanding UMP 2021.

“Untuk besaran UMK Gunungkidul 2022 ditetapkan sebesar Rp1.900.000,00. Ada kenaikan Rp130.000,00 atau 7,34 persen dari sebelumnya yang mencapai Rp1.770.000,00,- ini sesuai harapan kami,” terang Budiyono, Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Gunungkidul, Jumat (19/11/2021).

Ia menyatakan berterima kasih kepada Gubernur DIY, Bupati Gunungkidul, dan Disnakertrans atas ketetapan ini, lantaran angka kenaikan sudah sesuai, bahkan lebih dengan usulan yang diajukan.

“Awalnya kami usulkan kenaikan UMK sebesar 5 sampai 7 persen, dan ini malah lebih dari 7 persen,” lanjutnya.

Lebih lanjut Budi berharap pelaku usaha dan perusahaan di Gunungkidul mematuhi UMK yang sudah ditetapkan. Terutama realisasinya pada 2022 mendatang.

Dia juga berharap agar dengan kenaikan ini, lebih terjalin sinergitas antara pegawai dan perusahaan, sehingga tidak ada yang dirugikan antara pihak satu dengan yang lainnya.

“Untuk para pekerja di Gunungkidul, kami juga menghimbau meningkatkan kualitas kinerjanya. Sebab kenaikan upah harus diikuti dengan peningkatan kinerja agar lebih produktif,” pungkas Budi. (Ep)

u6Dacb.md.jpg"
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: