Uji Coba PTM Dinilai Lancar, Hanya Satu Sekolah Di Gunungkidul Yang Mengulang Daring

  • Bagikan

Gunungkidul(lensamedia.co)– Setelah pembelajaran sistem Daring dilaksanakan hampir dua tahun, Pembelajaran Tatap Muka(PTM) kembali diterapkan sejak 13 September 2021 lalu.

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah raga (Disdikpora) Gunungkidul mencatat, sampai saat ini, hanya satu sekolah yang sempat kembali ke daring karena ada siswa dan guru yang terkonfirmasi positif.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikpora Gunungkidul, Ali Ridlo mengatakan hingga kini tidak ada kendala yang berarti selama diterapkannya PTM.

“Secara umum lancar, hanya satu sekolah yang kembali Daring, yaitu SDN Panggang, dilaporkan ada 7 siswa yang terkonfirmasi positif, untuk sekolah yang lain sampai saat ini tidak ada penularan COvid-19 di sekolah selama PTM,” Terang Ali, Jumat(1/10/2021)

Saat ini pihaknya masih menunggu hasil swab dari para siswa SDN Panggang, dan jika nanti semuanya sudah sehat maka PTM akan kembali dibuka.

Ali juga menjelaskan, untuk jumlah keseluruhan sekolah di Gunungkidul saat ini tercatat 52 SMP swasta dan 61 SMP Negeri. Sementara SD ada 409 sekolahan baik negeri maupun swasta. PTM sendiri menurut Ali memang sudah diinginkan oleh para orang tua murid yang disampaikan kepada para Kepala Sekolah.

“Dari laporan yang kami terima dari setiap Kapanewon, PTM berjalan lancar, orang tua murid tidak ada yang melarang anaknya untuk sekolah,” lanjutnya.

Merujuk Instruksi Bupati Gunungkidul, pelaksanaan PTM jenjang SD-SMP diikuti maksimal 50 persen pelajar dari total kapasitas dalam satu ruang kelas. Sedangkan untuk jenjang PAUD, hanya diperkenankan 33 persen.

“Evaluasi dan monitoring kami lakukan setiap hari, melalui kepala sekolah, maupun oleh pengawas yang setiap hari mengunjungi sekolah binaannya, untuk mencegah terjadinya penularan di sekolah,” tandasnya.

Sementara itu, salah seorang orang tua wali murid di Kalurahan Ngawu, Kapanewon Playen, Slamet Widodo(38) mengatakan dirinya merasa senang anaknya sudah mulai bersekolah meski tidak setiap hari.

“Anak anak memang sudah sangat bosan selama Pandemi, saat masuk sekolah kelihatan mereka sangat gembira bertemu teman temannya,” terang Slamet

Slamet juga menyatakan, bahwa dirumah ia juga terus memantau kesehatan sang anak selama masuk sekolah tatap muka, jadi menurutnya jika terjadi sesuatu bisa langsung terdeteksi.

“Saya selalu ingatkan anak saya untuk selalu menggunakan masker, dan berhati hati di sekolah dan menurut aturan guru tentang protokol kesehatan,” pungkasnya.

u6Dacb.md.jpg"
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: