u6Dacb.md.jpg

Udara Dingin Terasa Lebih Menusuk, Ini Penjelasan BMKG

  • Bagikan

Wonosari,(lensamedia.co)–Beberapa hari terakhir, suhu udara di Kabupaten Gunungkidul terasa lebih dingin. Tak hanya di malam hari, namun siang hari pun tak kalah dingin. Menurut BMKG, hal ini lantaran adanya pergerakan massa udara.

Prakirawan Cuaca BMKG Stasiun Iklim Mlati Yogyakarta, Indah Retno Wulan mengatakan, suhu udara dingin ini terjadi karena adanya pergerakan massa udara dingin dan kering dari Australia ke wilayah Asia. Hal itu ditambah dengan tutupan awan relatif sedikit.

“Pantulan panas dari bumi yang diterima dari sinar matahari tidak tertahan oleh awan, tetapi langsung terbuang dan hilang ke angkasa. Kondisi ini berpotensi terjadi sampai puncak musim kemarau yaitu sampai Agustus mendatang,” kata Indah Retno, Kamis (08/07/2021).

Ia menambahkan, untuk suhu udara sendiri terpantau berkisar 18 hingga 23 derajat celcius. Dalam kondisi seperti saat ini masyarakat haruslah menjaga imunitas tubuh dengan mencukupi kebutuhan cairan tubuh serta makanan bergizi.

“Pada malam hari sebaiknya menggunakan pakaian atau selimut yang tebal, suhu ruangan lebih baik tidak terlalu rendah,” kata dia.

Di saat cuaca seperti ini, masyarakat juga perlu mewaspadai terjadinya potensi penyakit pernafasan akibat virus dan bakteri. Untuk curah hujan sendiri pada kemarau tahun ini diprakirakan memang ada peningkatan curah hujan di awal musim.

u6Dacb.md.jpg
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: