u6Dacb.md.jpg

Tutup Sebulan, Gunungkidul Kehilangan Rp 5 Miliar dari Retribusi Pariwisata

  • Bagikan

Wonosari,(lensamedia.co)–Penutupan destinasi wisata di Gunungkidul selama kebijakan PPKM selama lebih dari sebulan berdampak pada Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dari hitungan Dinas Pariwisata (Dispar) kerugian akibat penutupan mencapai Rp 5 miliar.

Kepala Dispar Gunungkidul Asti Wijayanti memperkirakan ada potensi kerugian hingga Rp 5 miliar pada PAD sektor wisata akibat dari penutupan tersebut. Jumlah tersebut hanya dari sisi retribusi.

“Belum termasuk yang digerakkan secara mandiri oleh pelaku wisata,” ujar Asti, Senin (09/08/2021).

Dengan kondisi seperti saat ini, Dispar rencananya akan melakukan penurunan target PAD. Dari semula Rp 18 miliar menjadi Rp 13 miliar untuk tahun 2021 ini.

“Hingga triwulan ketiga ini, target belum tercapai, bahkan tidak ada pemasukan sama sekali karena penutupan,” terang dia.

Asti memperkirakan kerugian yang didapat secara ekonomi kemungkinan lebih besar lagi. Selain karena penutupan, pengeluaran belanja wisatawan juga turun selama pandemi COVID-19.

Menurutnya, pengeluaran belanja wisatawan rata-rata mencapai Rp 140 ribu per orang. Namun saat pandemi, pengeluaran turun drastis ke kisaran Rp 80 ribu, dengan jumlah wisatawan pada 2020 lalu mencapai sekitar 1,8 juta orang.

“Jadi bisa diperkirakan penurunan pendapatannya seperti apa, ditambah dengan tidak ada pemasukan,” jelas Asti.

Sementara itu, Sekretaris Dispar Gunungkidul Harry Sukmono mengatakan, tidah hanya target PAD yang akan di turunkan, namun juga target kunjungan wisatawan. Penurunan target tersebut akan diseuaikan dengan APBD Perubahan tahun ini.

“Untuk berapanya (penurunan jumlah kunjungan) masih pembahasan dengan Sekretaris Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gunungkidul,” pungkas dia.

u6Dacb.md.jpg
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: