u6Dacb.md.jpg

Tradisi Ruwatan Pagelaran Wayang Kulit Dibubarkan Satgas Kabupaten

  • Bagikan

Playen,(lensamedia.co)–Jajaran penegak hukum Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Gunungkidul membubarkan pagelaran wayang kulit di Kalurahan Ngleri, Kapanewon Playen, Minggu (22/08/2021) malam. Kegiatan yang diklaim sebagai tradisi ruwatan itu dibubarkan petugas lantaran dianggap mengundang kerumunan massa.

Kepala Bidang Penegakkan Perda Satuan Polisi Pamong Praja Gunungkidul, Sugito mengatakan, pembubaran ini bermula adanya laporan berkaitan dengan pagelaran wayang di Bali Kalurahan Ngleri. Menyikapi hal itu, pihaknya lantas datang ke lokasi untuk melakukan kroscek lapangan.

“Dari keterangan penyelenggara, pagelaran ini ditujukkan untuk ruwatan agar pandemi segera berakhir. Tapi masalahnya menimbulkan kerumunan, kami meminta panitia menyudahi pagelaran wayang,” kata Sugito, Minggu (22/08/2021) malam.

Kendati sempat alot, namun akhirnya penyelenggaran bersedia untuk membubarkan kegiatan. Mereka juga diminta untuk membuat surat pernyataan atas hal tersebut.

“Untuk penonton juga berangsur pergi meningalkan lokasi,” jelas Sugito.

Sementara itu, pendamping penyelenggara kegiatan Muhamad Hata mengaku bahwa kegiatan tersebut sudah mendapatkan izin dari pihak Kapanewon Playen. Kendati begitu, izin yang muncul bukan berupa izin tertulis.

“Kami tau sekarang PPKM level 4, tapi sudah dapat izin lisan dari Kapanewon,” kata dia.

Dalam penyelenggaraan ini, ia mengklaim bahwa wayangan ditujukan sebagai tradisi ruwatan dengan tujuan mengakhiri pandemi. Menurutnya, pandemi tak memiliki titik terang karena masyarakat lupa untuk nguri-uri kebudayaan.

Sementara itu, Kapolsek Playen, AKP Hajar Wahyudi menjelaskan bahwa izin yang keluar dari kapanewon merupakan izin tradisi dengan protokol kesehatan ketat. Bukan pertunjukkan wayang yang melibatkan banyak orang dan menimbulkan kerumunan.

“Kalau kerumunan jelas dilarang, sesuai dengan aturan yang berlaku tetap kami bubarkan,” kata Hajar.

u6Dacb.md.jpg
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: