u6Dacb.md.jpg

Tipu Toko Material, Tukang Mebel Dibekuk Polisi

  • Bagikan

Tepus,(lensamedia.co)–Jajaran Unit Reskrim Polsek Tepus berhasil meringkus buron kasus penipuan pada Jumat (13/08/2021). Pelaku yang merupakan tukang mebel berinisial T warga Sumberwungu Kapanewon Tepus ditangkap petugas lantaran melakukan penipuan terhadap pemilik toko bangunan senilai puluhan juta rupiah.

Kapolsek Tepus AKP Mursidiyanto melalui Kanit Reskrim Polsek Tepus, Ipda Andang Patriasmoro kepada lensamedia.co mengatakan, kasus tersebut bermula pada Maret 2021 lalu. Saat itu, T membeli alat pertukangan di sebuah toko material di Bintaos, Kalurahan Sidoharjo, Kapanewon Tepus.

“Dia beli material seharga Rp 1.800.000 yang dibayar melalui transfer bank. Saat itu, uang pembayaran sudah masuk ke rekening,” kata Andang, Jumat (20/08/2021).

Ia menambahkan, lantaran uang sudah masuk, pihak toko bangunan mengirim pesanan itu ke rumah T. Lalu selang beberapa minggu kemudian T kembali memesan material di toko yang sama.

“Saat itu kemudian T mengirimkan bukti pembayaran melalui ATM. Namun yang difoto hanya sampai proses tanpa dilakukan transfer dana,” kata dia.

Proses tersebut berlangsung selama 3 bulan dengan beberapa kali transaksi. Hingga akhirnya pada Mei kemarin, pemilik toko curiga dan mengecek isi rekening miliknya.

“Dari situ baru ketahuan kalau tidak ada transaksi masuk. Total belanjanya sampai Rp 26.950.000 tapi uang itu tidak ada,” jelas Andang.

Merasa dirugikan, pemilik toko lantas melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian pada tanggal 28 Mei 2021. Petugas kemudian melakukan pemanggilan dan klarifikasi terhadap T.

“Semula T kooperatif dan datang setiap kami panggip. Dia mengaku akan bertanggung jawab,” terang dia.

Namun pada awal Agustus ini T semakin jarang dapat dihubungi. Dirinya juga kerap tak ada di rumah.

“Kemudian pada 13 Agustus kemarin kita amankan pelaku di taman parkir Wonosari,” jelas dia.

Untuk barang bukti sendiri pihaknya hanya berhasil mengamankan sisa material yang telah digunakan berupa 3 lembar galvalum. Sedangkan sisanya telah digunakan pelaku untuk memenuhi kebutuhan pesanan mebel.

“Pelaku disangkakan pasal 378 KUHP dengan ancaman penjara 4 tahun,” pungkasnya.

u6Dacb.md.jpg
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: