Tinggal Sebatangkara, Anggota Paskib Jalani Isoman Tanpa Bantuan Pemerintah

  • Bagikan

Wonosari,(lensamedia.co)– AA warga Padukuhan Kajar III, Kalurahan Karangtengah, Kapanewon Wonosari merupakan salah satu pasukan pengibar bendera (Paskibra) Kabupaten Gunungkidul yang terkonfirmasi positif. Ia harus menjalani isolasi mandiri di rumahnya. Namun, sampai dengan Sabtu (21/08/2021) siang, dirinya belum mendapat bantuan atau perhatian dari pemerintah kabupaten.

Dihubungi awak media melalui sambungan telepon AA mengaku tinggal sendirian di rumah. Sebab, ayahnya telah telah meninggal 2 tahun yang lalu. Sedangkan ibunya berada di Provinsi Riau.

Untuk kesehariannya, AA mengaku tinggal di salah satu pesantren tak jauh dari rumahnya. Kemudian setiap akhir pekan dirinya pulang ke rumah.

AA sendiri MAN 1 Gunungkidul ini salah satu anggota Paskibra dari 23 orang yang terkonfirmasi positif. Meski ditawari untuk isolasi terpadu di Shelter Wanagama, Kapanewon Playen, tetapi dirinya memilih isolasi di rumahnya.

“Karena disini lebih enak, masih nyaman gitulah,” ucap AA.

Diperoleh informasi, setiap hari warga maupun pengurus ponpes kerap menyambangi rumah AA. Kedatangan merka sendiri tak lain untuk memberikan kebutuhan makan.

Sedangkan untuk Puskesmas dirinya mengaku belum ada yang datang. Bahkan untuk telfon saja juga belum pernah

“Kalau puskesmas belum ada kesini, soalnya baru 3 hari. Belum ada telepon juga (dari puskesmas),” aku AA.

Sementara untuk kebutuhan vitamin dirinya mendapatkan dari PPI, dan Pondok pesantren, serta warga sekitar. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) yang menaungi dirinya sebagai anggota paskibra juga belum menelepon ataupun menanyakan kabar. Untuk sekolah MAN 1 Gunungkidul sudah menjenguknya.

“Belum ada dari kemarin,” kata dia.  

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Gunungkidul Suharno mengaku menyayangkan tidak ada perhatian dari pemerintah terhadap anggota Paskibra tersebut. Pihaknya berharap Disdikpor dan Dinas Kesehatan bisa memantau perkembangan. Secara pribadi dirinya sudah mengunjungi AA untuk menanyakan kesehatan.

“Semoga segera ada perhatian, jangan sampai mereka ditelantarkan,” ucap Suharno.

Dihubungi terpisah, Plt Kepala Disdikpora Gunungkidul Ali Ridlo mengatakan, pihaknya sudah merencanakan mengunjungi para anggota Paskibra yang terkonfirmasi positif. Total saat ini dari laporan Dinas Kesehatan ada 24 orang, sekaligus meralat pernyataan sebelumnya 23 orang.

“Saya sudah mengagendakan, karena mau menyampaikan sekedar bantuan. Insya Allah karena bantuannya harus beli, kemungkinan senin besuk akan berputar di semua rumah 24 orang yang terpapar,” ucap Ali.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: