Terus Melandai, Hampir 100 Persen RT di Gunungkidul Sudah Zona Hijau

  • Bagikan

Wonosari,(lensamedia co)–Perkembangan kasus Covid19 di Gunungkidul akhir akhir ini angkanya melandai. Dari hasil evaluasi zonasi PPKM tingkat Rukun Tetangga(RT) periode 27 September sampai 3 Oktober 20201, Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul melaporkan hampir seluruh wilayah Rukun Tetangga (RT) kini sudah masuk Zona Hijau.

Kepala Dinkes Gunungkidul Dewi Irawaty menyatakan bahwa saat ini Zona Hijau tingkat RT di Gunungkidul mencapai 99,15 persen.

“Berdasarkan evaluasi, sebanyak 6.796 dari 6854 RT di Gunungkidul sudah berstatus Zona Hijau,” terang Dewi, Rabu(6/10/2021).

“Mengacu pada hasil evaluasi pemetaan tersebut, tak ada lagi RT yang masuk ke Zona Merah dan Oranye, namun 58 RT masih berada di Zona Kuning,” lanjut Dewi lagi.

Menurutnya, lokasi terbanyak Zona Kuning saat ini berada di Kapanewon Ponjong dengan 10 RT. Sedangkan kapanewon yang RT-nya masuk Zona Hijau secara keseluruhan adalah Kapanewon Paliyan, Tepus, dan Ngawen.

Mengenai prosentase pencapaian vaksinasi, Dewi menyebut bahwa dosis pertama sudah mencapai angka 72,12 persen, sedang dosis kedua masih dikisaran angka 37,67 persen.

“Per Selasa(5/10/2021) kemarin, kami mencatat laporan 92 kasus aktif COVID-19. jumlah angka meninggal dunia secara keseluruhan mencapai 1.022 kasus dan sembuh sudah mencapai 16.695 kasus, secara kumulatif, konfirmasi positif COVID-19 di Gunungkidul mencapai 17.809 kasus,” lanjutnya.

Terlepas menurunnya angka kasus Covid19, Dewi tetap menghimbau agar masyarakat tidak lengah dan tetap mematuhi Protokol Kesehatan.

“Status PPKM saat ini masih berada di Level 3, karena Gunungkidul masuk dalam aturan Aglomerasi wilayah DIY,” pungkasnya.

Hal senada diungkapkan oleh Bupati Gunungkidul. Sunaryanta mengatakan bahwa wilayah Gunungkidul saat ini sebenarnya sudah termasuk PPKM Level 2.

“Mengacu pada dinamika kasus Covid-19 yang melandai, hingga capaian vaksinasi, Gunungkidul sudah level 2, tapi kita mengikuti aturan dan kebijakan pusat, ini tentang aturan Aglomerasi DIY yang masih level 3,” katanya di sela sela acara vaksinasi yang diselenggarakan Badan Otoritas Borobudur di Rest Area Bunder, Kapanewon Playen, Rabu(6/10/2021).

Sunaryanta juga menyatakan bahwa gencarnya percepatan vaksinasi jadi salah satu upaya prioritas agar Gunungkidul segera turun level.

“Untuk bisa turun level, kita harus kejar prosentase vaksinasi, dan juga harus terus menurunkan angka terpapar Covid19,” pungkasnya.

u6Dacb.md.jpg"
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: