Tepati Janji, Bupati Sunaryanta Serahkan Gajinya untuk Pemulung

  • Bagikan

Wonosari,(lensamedia.co)–Sabtu (01/01/2022) pagi, Bupati Sunaryanta menyambangi puluhan pemulung serta petugas kebersihan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Wukirsari, Kalurahan Baleharjo, Kapanewon Wonosari. Selain silaturahmi, bupati pada kesempatan tersebut menepati janjinya dengan memberikan gajinya kepada rakyat.

“Saya mengawali tahun 2022 ini dengan bertemu warga di TPA. Jangan dinilai nominalnya, seluruh gaji yang diberikan oleh negara di bulan Januari ini saya berikan kepada masyarakat yang ada di TPA Wukirsari,” ucap Sunaryanta.

Sunaryanta menambahkan, hal ini merupakan realisasi dari salah satu janjinya jika menjabat menjadi bupati yakni tidak menerima gaji dan akan dikembalikan kepada rakyat. Selain itu, silaturahmi ini dilakukan untuk mendengar suara dari arus bawah tentang keluhan serta masukan kepada pemerintah.

“Tadi ada yang meminta untuk pelayanan cek kesehatan, langsung saya perintahkan kepada DLH agar memfasilitasi warga agar mendapat pemeriksaan kesehatan karena mereka berada di lokasi yang tentunya rentan dengan berbagai macam penyakit,” tambah Sunaryanta.

Dalam kesempatan tersebut Sunaryanta juga mengajak para pemulung untuk makan bersama. Dengan menu mie ayam yang dijual warga setempat, tanpa canggung bupati menyantap mie ayam di lokasi yang tak jauh dari tempat pembuangan sampah.

Ia juga menyempatkan diri memberikan arahan agar masyarakat melakukan vaksinasi covid-19. Namun diperoleh informasi bahwa seluruh masyarakat di TPA telah melakukan vaksinasi sebanyak dua kali.

“Tadi saya tanya, mereka menjawab sudah vaksin dua kali. Kepada masyarakat yang belum saya harap agar melakukan vaksinasi,” imbuh Sunaryanta.

Sementara itu, perwakilan dari paguyuban pemulung, Ari mengucapkan terimakasih kepada bupati Sunaryanta atas perhatian yang diberikan. Merka juga merasa sangat senang telah dikunjungi dan disapa langsung oleh orang nomor satu di Gunungkidul tersebut.

“Terimakasih kepada bapak bupati yang sudah mau datang dan bertemu kami, masyarakat paling bawah. Terimaksih atas bingkisan yang diberikan,” ucap Ari.

Ia berharap masukan dari paguyuban diharapkan mampu direalisasikan. Selain tes kesehatan, pemulung di TPA Wukirsari juga memerlukan alat pelindung diri.

“Kami sering berinteraksi dengan benda tajam, tentu kami butuh sepatu boot, selain itu juga jas hujan karena kami tetap harus bekerja. Nanti kalau kami masuk angin berobat dikira covid,” ujar Ari sambil tertawa kecil.

Penulis: Kelvian adhi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: