Tanpa Pesta saat Malam Pergantian Tahun, Alun-alun Kota Wonosari Ditutup

  • Bagikan

Wonosari,(lensamedia.co)–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul akhirnya memutuskan menutup Alun-alun saat malam pergantian tahun hingga tanggal 1 Januari 2022. Hal itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) No. 443/6257 tentang penutupan alun-alun dan lapangan se-wilayah Kabupaten Gunungkidul pada tanggal 31 Desember 2021 sampai dengan 1 Januari 2022.

“Menutup semua alun-alun serta lapangan se-wilayah Kabupaten Gunungkidul pada tanggal 31 Desember 2021 sampai dengan 1 Januari 2022,” ucap Sunaryanta dalam SE No. 443/6257 yang dilihat hari ini, Selasa (28/12/2021).

Dalam SE tersebut, Sunaryanta menjelaskan  dasar keputusan tersebut adalah menindaklanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 66 Tahun 2021 tentang Pencegahan Dan Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 Pada Saat Natal Tahun 2021 Dan Tahun Baru Tahun 2022.

Selain itu, Instruksi Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 37 Tahun 2021 Tentang Pencegahan Dan Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 Pada Saat Natal Tahun 2021 Dan Tahun Baru Tahun 2022 di Daerah Istimewa Yogyakarta. Serta Instruksi Bupati Gunungkidul Nomor 440/5954 tentang Pencegahan Dan Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 Pada Saat Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru Tahun 2022 di Kabupaten Gunungkidul.

“Kedua, melarang adanya pawai dan arak-arakan Tahun Baru serta pelarangan acara old and New Year baik terbuka maupun tertutup yang berpotensi menimbulkan kerumunan,” katanya.

Selain itu, Sunaryanta melarang pesta perayaan saat tahun baru. Bahkan Sunaryanta melarang penggunaan pengeras suara yang menyebabkan orang-orang berkumpul secara masif.

“Melarang pesta perayaan dengan kerumunan di tempat terbuka/tertutup. Memastikan tidak ada kerumunan yang menyebabkan tidak bisa jaga jarak dan mengurangi penggunaan pengeras suara yang menyebabkan orang berkumpul secara masif,” ujarnya.

Dia juga membatasi kegiatan masyarakat termasuk seni budaya yang menimbulkan kerumunan yang berpotensi terhadap penularan COVID-19. Sunaryanta juga tidak segan menutup tempat usaha yang menggelar acara mengundang kerumunan.

“Jika pelaksanaan kegiatan tidak sesuai dengan ketentuan di atas dan menimbulkan terjadinya kerumunan yang berpotensi penyebaran COVID-19 maka akan dihentikan/ditutup sesuai peraturan yang berlaku,” ujarnya.

lensamedia
Penulis: Kelvian Adhi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: