u6Dacb.md.jpg

Tancap Gas, Pemkab Gunungkidul Gelar Vaksinasi Covid-19 Door to Door Sasar Lansia dan Remaja

  • Bagikan

Saptosari,(lemsamedia)–Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berupaya menggenjot capaian target vaksinasi covid-19. Jumat (23/07/2021) pagi tadi, Bupati Gunungkidul, Sunaryanta bersama jajaran melakukan vaksin door to door guna menyasar lebih banyak warganya agar tidak tercecer dalam mendapatkan vaksin.

Pantauan di lokasi, Bupati bersama rombongan mendatangi wilayah Padukuhan Karang, Kalurahan Jetis, Kapanewon Saptosari. Di sana, bupati memantau langsung kegiatan vaksin yang dilakukan di salah seorang rumah warga.

Tak luput, di sebuah rumah Bupati menyapa lansia yang sebelumnya gagal di vaksin lantaran tekanan darahnya tinggi. Adalah Tumiyem lansia berusia sekitar 80 tahun itu baru saat ini telah siap menerima vaksin dan percaya bahwa vaksin menjadi salah satu upaya meningkatkan daya tahan tubuh.

“Pripun mbah, purun di vaksin mboten? Ajrih mboten? (Bagaimana mbah, mau di vaksin tidak? Takut tidak?),” tanya Sunaryanta kepada Tumiyem.

“Kulo mboten ajrih, niki kangge kesehatan sedanten (saya tidak takut, ini untuk kesehatan bersama),” jawab Tumiyem.

Kepada awak media, Sunaryanta mengatakan bahwa upaya door to door ini sebagai langkah pemerintah untuk mempercepat upaya vaksinasi di Gunungkidul. Pihaknya berharap, dengan kedatangan petugas langsung ke rumah dapat meyakinkan warga yang semula takut agar mau ikut program vaksinasi.

“Mungkin ketika datang ke puskesmas, secara psikologi mereka takut, tensi naik jadi gagal di vaksin. Nah sekarang kita datang teryata mereka lebih santai,” kata Bupati.

Selain door to door, pemerintah juga bekerjasama dengan pelaku wisata serta pemuka agama. Setelah menyambangi warga yang vaksin door to door rombongan menuju ke Pantai Ngobaran.

Di pantai tersebut juga dilakukan vaksinasi masal dengan target 500 dosis tersalurkan. Belum lagi, tempat wisata religi lain yang digunakan untuk vaksinasi adalah Goa Maria Tritis.

“Tempat wisata pantai dan lainnya kami gunakan untuk tempat vaksin agar memberi suasana berbeda. Masyarakat tidak terpaku dengan jarum suntik, puskesmas yang bisa membuat mereka muncul rasa takut,” tutupnya.

Sementara itu, Lurah Jetis, Agus Susanto mengatakan, jika wilayahnya masuk pada kawasan padat penduduk. Sehingga belum seluruhnya warganya mendapatkan vaksin covid19. Dengan adanya upaya jemput bola vaksin door to door ini, diharapkan seluruh warganya mendapatkan vaksin.

Selain itu, para lansia tak jarang terkendala kendaraan untuk mobilisasi mereka. Sehingga program ini sangat mempermudah dalam mengakses layanan.

“Sebenarnya lansia di Jetis sudah sebagian tersasar vaksin, tapi memang ada yang belum. Makanya diadakan program door to door ini, selain lansia juga ada yang muda-muda usia penerima vaksin,” pungkas Agus.

u6Dacb.md.jpg
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: