Tanaman Jagung dan Padi Dihabiskan Tikus, Petani Terpaksa Menanam Ulang

  • Bagikan

Playen, (lensamedia.co)– Hama tikus menyerang lahan pertanian di ladang ladang milik petani dan tanah garapan di Hutan Kemasyarakatan(HKM) wilayah Kapanewon Playen. Hama ini menyerang tanaman jagung dan padi yang ditebar petani di musim tanam awal musim penghujan, baik yang berupa biji yang baru saja ditanam, maupun jagung yang sudah tumbuh. Akibatnya, banyak dari para petani yang harus menanam kembali(nyulam) benih tanaman mereka.

Seperti yang diungkapkan oleh Teguh(54), warga padukuhan Kepek, Kalurahan Banyusoca, Kapanewon Playen. Teguh mengaku harus menyulam kembali tanaman jagungnya, karena hampir semuanya diserang tikus.

“Saya menanam 5 label(bungkus), dan saat ini saya sudah menghabiskan 3 label untuk menyulam,” aku Teguh, Senin(1/10/2021).

Teguh menyatakan bahwa, bahwa harga 1 bungkus benih jagung yang di tanamnya seharga Rp. 60 ribu rupiah, sehingga dengan harus menyulam ini, dia harus mengeluarkan modal lagi untuk membeli benih.

“Tikus menyerang dengan cara mengambil benih jagung yang ditanam dalam lubang, yang kemudian dibawa ke sarangnya,” lanjutnya.

Hal senada disampaikan oleh Anto(47), warga Padukuhan Kepek, dia menanam jagung di 4 tempat lahan garapan di wilayah kehutanan. Antok menghabiskan 6 label benih jagung untuk lahannya.

“Hampir semuanya dimakan tikus, saya sudah sulam menghabiskan 4 label,” terangnya.

Menurut Antok, tikus menyerang jagung tidak hanya yang masih berupa biji, tapi juga menyerang yang sudah tumbuh dengan memakan bagian tengah batang jagung. sehingga jagung mati dan tidak bisa tumbuh kembali.

“Jagung yang baru saja disulam, dimakan lagi di malam hari, saat pagi saya ke ladang, sulaman jagung sudah tidak ada lagi,” lanjutnya.

Sutiyati(56), warga Padukuhan Menggoran, Kalurahan Bleberan, Kapanewon playen juga mengakui hal yang sama.

“Saya menanam 3 label, dan ini sudah sulam dua label,” terangnya saat ditemui di lahan garapannya, di kawasan lahan garapan kehutanan di wilayah Menggoran.

Sutiyati menyatakan, bahwa tetangga tetangga yang lain, juga mengeluhkan hal yang sama, mereka rata rata harus mengulang /menyulam tanaman jagung miliknya yang habis diserang tikus.

Di Kalurahan Getas, hama tikus menyerang lebih ganas, salah seorang petani bernama Ismail(63), warga Padukuhan Ngrunggo, Kalurahan Getas, mengaku menanam jagung sebanyak 5 label, dan semuanya habis dimakan tikus

“Bahkan saya harus menyulam sampai tiga kali,” ujarnya.

Ismail mengaku sampai kehabisan akal untuk mencegah tikus menyerang, dia hanya bisa menyulam saat tikus menghabiskan tanaman jagungnya.

“Beberapa lahan sudah saya tanami kapas,” terangnya.

Hama tikus tidak hanya menyerang jagung di area garapan kehutanan, tapi juga menyerang benih padi di ladang para petani. Hal ini diungkapkan oleh Budiyono(49) warga Padukuhan Kalongan, Kalurahan Dengok, Kapanewon Playen. Budi bahkan sempat mengaku mengobat tikus tikus ini untuk mengurangi serangannya.

“Saya kasih racun tikus, dan di pagi hari ada sekitar 30an ekor tikus yang mati, tapi setelahnya, serangan tikus tak juga mereda,” ungkapnya.

Menurutnya tikus tikus yang ditemukan mati ini, bukan jenis tikus besar(wirok), tapi tikus tikus tanah ukuran kecil kecil.

“Ladang yang diserang tikus sampai habis, rata rata yang terletak didekat gerumbul, saya sendiri juga bingung bagaimana cara antisipasinya,” pungkasnya.

u6Dacb.md.jpg"
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: