Tabungan Menipis, Pelaku Wisata Gunungkidul Lebih Terdampak PPKM Dibanding saat Awal Pandemi

  • Bagikan

Wonosari,(lensamedia.co)–Dinas Pariwisata (Dinpar) Gunungkidul memperkirakan ada ribuan pelaku wisata yang terdampak kebijakan PPKM Darurat yang diterapkan pada pertengahan tahun 2021 ini. Bahkan jumlahnya disebut lebih banyak dibanding penutupan saat awal pandemi covid pada tahun lalu.

Kepala Dispar Gunungkidul Asti Wijayanti mengatakan pada 2020 lalu, ada sekitar 7 ribu lebih pelaku wisata yang terdampak secara ekonomi. Dimungkinkan, untuk tahun ini jumlahnya jauh lebih banyak.

“Mungkin lebih banyak karena salah satu faktornya adalah minimnya simpanan finansial. Saat penutupan di awal pandemi, pelaku wisata masih bisa bertahan hidup selama 3 sampai 4 bulan dengan simpanan yang dimiliki,” kata Asti.

Sedangkan pada tahun ini, para pelaku wisata sudah mulai merasakam dampaknya. Terlebih beberapa waktu lalu, uji coba pembukaan destinasi wisata belum sepenuhnya mencukupi pemasukan mereka untuk bertahan di masa PPKM saat ini.

“Apalagi setelah kembali dibuka untuk uji coba, sudah ada perbaikan, tapi pemasukan belum sepenuhnya normal. Sehingga mungkin tabungannya juga tidak banyak,” terang dia.

Ia menambahkan, jika Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) berencana menggelontorkan bantuan untuk memulihkan wisata sebesar Rp 2,4 triliun. Gunungkidul termasuk satu dari sekian daerah di Indonesia yang berkesempatan mendapat stimulus tersebut.

Asti belum bisa menjelaskan terkait dengan mekanisme maupun bentuk stimulus yang diberikan. Namun begitu, dirinya memastikan bahwa nantinya tidak berupa uang tunai.

“Nantinya diarahkan untuk kegiatan-kegiatan yang mendorong wisata lebih siap saat akan dibuka kembali,” kata Asti.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul Sunaryanta menjelaskan, keputusan penutupan diambil mengikuti instruksi pusat. Dirinya meminta pelaku wisata Gunungkidul untuk lebih sedikit bersabar.

“Semoga segera pulih, ekonomi kita juga kembali berputar,” ucap dia.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: