u6Dacb.md.jpg

Sudah Merugi Miliaran, Obyek Wisata di Pesisir yang Nekat Operasi Ditutup Petugas

  • Bagikan

Wonosari,(lensamedia.co)–Satpol PP Kabupaten Gunungkidul gencar melakukan razia obyek wisata guna melakukan penertiban terhadap pengelola wisata yang nekat ditengah larangan beroperasi ditengah kebijakan PPKM Level 3. Dari hasil operasi diketahui ada salah satu obyek wisata yang nekat buka. Petugas kemudian melakukan tindakan tegas dengan melakukan penutupan.

Kepala Bidang Penegakkan Perda Satpol PP Kabupaten Gunungkidul, Sugito mengatakan, setelah mendapat perintah langsung dari Bupati Sunaryanta langsung melakukan pengecekan kesejumlah lokasi obyek wisata yang ditengarai beroperasi. Dari pengecekan itu ditemukan ada aktifitas wisata salah satu resto di pesisir.

“Modusnya, memberi bonus free kunjungan kepada tamu hotel karena masih satu managemen,” kata Sugito saat dihubungi Sabtu, (10/09/2021).

Karena pada saat pengecekan hanya bisa bertemu dengan penjaga keamanan, maka pihaknya membuat berita acara untuk diberikan kepada pimpinan pengelola wisata. Pengelola diminta menahan diri dan tidak buka untuk sementara.

“Karena menurut peraturan, nantinya ada  penunjukan tempat wisata yang akan melakukan uji coba buka. Kami minta untuk tutup terlebih dahulu,” kata dia.

Sementara itu, Pengelola Obyek Wisata Southshore, Christian mengaku keberatan dengan aturan tersebut. Pasalnya, selama penutupan sendiri pemerintah tidak memberikan perhatian kepada para pelaku wisata di kawasan pesisir.

“Selama penutupan ini apa yang diberikan pemerintah kepada pelaku wisata yang terdampak,” ujar Christian kepada lensamedia.co.

Ia menambahkan, selama penutupan pada masa PPKM Level 4 kemarin pihaknya telah merugi miliaran rupiah. Hal ini dikarenakan mereka masih terus memberikan gaji kepada para pekerja yang notabene merupakan warga lokal Gunungkidul.

“Gaji tetap, ada sekitar 80 pekerja di tempat kami semua warga Gunungkidul. Kalau kerugian jelas sudah miliaran rupiah kami ini,” jelas dia.

Dirinya juga menyayangkan terhadap sikap pegawai Dinas Pariwisata yang ketika dihubungi tidak memerikan respon. Pasalnya, ia ingin mengetahui informasi berkaitan dengam aturan dari pusat.

“Saya baca aturan mendagri tentang resto boleh buka, saya tanyakan ke Dinpar tapi tidak direspon. Kalau seperti ini sama saja dengan lockdwon,” kata dia.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Gunungkidul Harry Sukmono memastikan, hasil koordinasi dengan Tim Pengendalian Pengawasan Penegakan Hukum (Dalwasgakum) Kabupaten Gunungkidul kawasan wisata masih tutup hingga 13 September 2021.

“Hal ini sesuai keputusan pemerintah pusat mengenai perpanjangan PPKM level 3 untuk seluruh DIY,” kata Harry Sukmono.

Harry memahami, situasi yang dihadapi pengelola wisata cukup berat. Tetapi karena kondisi belum memungkinkan, setiap kebijakan harus didukung supaya Covid-19 terkendali dan pandemi segera usai.

“PPKM level 3 diatur oleh Kemenparekraf, keluar kapan? masih cari informasi ke berbagai pihak. Untuk sementara kita masih tutup,” tegas dia.

u6Dacb.md.jpg
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: