Sudah Masuk Desember, Mega Proyek BBWSO Senilai Belasan Miliar Terancam Gagal

  • Bagikan

Purwosari, (lensamedia.co)– Proyek Pembangunan Penyediaan Air Baku Sungai Bawah Tanah di Pantai Bekah, Temon, Giri Purwo, Purwosari terancam gagal terwujud. Pasalnya hingga Desember 2021, proyek yang menelan anggaran Rp 12,9 milyar belum selesai dikerjakan. Bahkan pengeboran sumur sungai bawah tanah masih belum selesai, demikian juga jaringan perpipaan maupun 3 unit reservoir juga belum kelar.

“Pengeboran baru mencapai kisaran 30 an meter dari 80 meter yang harus kami bor. Mata bor sudah memakai intan, tetapi kami hanya mampu ngebor sedalam 30 centimeter per hari. Kalaupun dilembur maksimal sehari semalam paling dapat 60 centimeter,” jelas salah seorang tenaga kerja di Pantai Bekah.

Para tenaga lapangan ini mengakui walaupun dipaksakan dengan cara apapun, pekerjaan pembangunan penyediaan air baku sungai bawah tanah ini tidak akan selesai sampai tahun anggaran 2021 selesai.

“Mau tambah tenaga kerja ataupun tambah alat secanggih apapun tetap tidak selesai Mas. Silahkan dilihat untuk reservoir pertama dan kedua ini saja belum selesai. Untuk yang reservoir ketiga bahkan baru pondasi, bagaimana mau selesai akhir Desember ? Mustahil itu,” jelas tenaga kerja yang lain.

Seperti diketahui pada tahun anggaran 2021 Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak melalui Satuan Kerja SNVT Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Serayu Opak menganggarkan dana untuk pembangunan penyediaan air baku sungai bawah tanah. Titik yang diketahui ada mata air sungai bawah tanah berada di Pantai Bekah, yang ada di Temon, Giri Purwo, Purwosari. PT Aquatec Rekatama Konstruksi menjadi pemenang lelang dan berhak mengerjakan proyek senilai Rp 12,9 milyar dengan durasi 270 hari kalender. Sedangkan PT Prajna Adhi Cakra sebagai konsultan supervisi.

Galian pipa HDPE ditengah galian bebatuan yang belum selesai.

Pekerjaan sesuai kontrak dimulai 19 Maret 2021 dan harus selesai sebelum tahun anggaran berjalan 2021 berakhir. Fakta dilapangan proyek besar ini diperkirakan gagal selesai dikerjakan tepat pada waktunya.

Pengangkatan sumber air sungai bawah tanah ini bahkan sudah diidam idamkan masyarakat Purwosari sejak berpuluh tahun yang silam. Usulah dari kalurahan bahkan sudah sering dilakukan sejak dahulu.

“Sejak saya masih menjabat sekretaris desa (red-Carik) sudah sering diusulkan. Namun baru tahun 2021 ini terealisasi. Harapan kami jika proyek ini berhasil akan mampu memenuhi kebutuhan air bersih bagi ribuan kepala keluarga warga Purwosari bahkan Panggang dan sekitarnya,” terang Pratiwo, salah seorang tokoh masyarakat Giri Purwo.

Banyak masyarakat di Giripurwo mengaku tak tahu menahu urusan pekerjaan proyek pengangkatan air baku di Bekah. Namun mereka menyayangkan jika proyek ini tak selesai dikerjakan, maka akan menjadi proyek mangkrak yang telah menelan anggaran uang negara puluhan milyar rupiah. Dari keterangan warga setempat, diduga proyek besar ini sudah bermasalah sejak awal. Dimana kontraktor pemenang lelang tidak profesional bahkan kinerja asal jadi.

“Coba anda bayangkan, kalau hendak mengeluarkan air dari dalam bumi apa yang dilakukan terlebih dahulu, ngebor sumur, jaringan perpipaan, ataukah reservoir yang harus dilakukan lebih dahulu ? Mestinya kan ngebor sumur dulu, setelah air keluar baru mengerjakan lainnya. Lha ini tidak, justru jaringan perpipaan yang dikerjakan asal jadi, kedalaman tak sampai semeter, baru reservoir dan sekarang ngebor sumber air bawah tanah,” keluh salah seorang warga.

Warga Padukuhan Temon khawatir jika proyek yang telah menelan anggaran puluhan milyar ini gagal terwujud. Sebab hingga saat ini tidak ada bukti air sudah keluar dari sungai bawah tanah. Jika airnya tidak keluar, maka jaringan perpipaan dan 3 reservoir yang dibangun itu akan menjadi barang mubazir yang nir manfaat bagi masyarakat.

“Kalau air sampai nggak keluar, bisa dipastikan ini akan jadi proyek mangkrak dan mubazir. Bagaimana jika titik yang di bor saat ini ternyata meleset dan dibawahnya nggak ada air. Yang rugi siapa ? Tentunya kami masyarakat Giri Purwo dan Purwosari pada umumnya,” keluh warga jengkel.

Sementara itu Rifky Afridiansyah, pimpro dari PT Aquatec Rekatama Konstruksi mengaku proyek yang dikerjakan di Pantai Bekah masih on the track alias masih dikerjakan penyelesaiannya.
“Insyaallah masih dikejar Mas, semoga selesai dengan baik,” jawab Rifky singkat.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: