Sudah Dituduh Sebagai Joki Wisatawan, Wasir Juga Dianiaya Hingga Luka – Luka

  • Bagikan

Tepus, (lensamedia.co)– Apes benar nasib Wasir(54), warga Kalurahan Sidoharjo, Kapanewon Tepus, Gunungkidul. Wasir dituduh sebagai joki wisatawan yang akan masuk ke lokasi wisata pantai oleh Mr(42), warga Kalurahan Tepus, Kapanewon Tepus, Gunungkidul. Keduanya adalah pelaku wisata yang sama sama terkena dampak PPKM.

Tuduhan yang disangkal oleh Wasir ini, akhirnya berujung adu mulut antar keduanya. Hingga Mr tidak bisa menahan emosi dan menganiaya Wasir sampai luka luka.

Kejadian penganiayaan ini akhirnya dilaporkan oleh Wasir ke Polsek Tepus, Selasa(5/10/2021) kemarin.

Kapolsek Tepus melalui Kanit Reskrim Andang Patriasmono menuturkan, kasus penganiayaan ini terjadi pada Sabtu (02/10/2021) lalu.

“Akibat penganiayaan ini,.korban mengalami luka memar pada bagian mata dan bibir sobek,” terang Andang,Rabu(6/10/2021).

Kejadian berawal saat keduanya bertemu di pos ojek simpang tiga Bajing Lemu, Kalurahan Sidoharjo, Kapanewon Tepus sekitar pukul 15.00 WIB.

“Saat itu, Mr mendatangi Wasir untuk mengingatkan agar korban tidak melakukan perjokian untuk para wisatawan yang akan masuk ke obyek wisata,” lanjut Andang.

Niat Mr sebetulnya baik, ia mengatakan kepada Wasir, agar mentaati peraturan pemerintah tentang PPKM level 3 dimana kawasan wisata di Gunungkidul belum boleh dibuka.

“Korban yang merasa tidak melakukan perjokian, kemudian menyangkal tuduhan MR, dan akhirnya keduanya terlibat adu mulut,” lanjut Kanit Reskrim.

Andang melanjutkan, adu mulut yang terjadi cukup lama ini akhirnya membuat Mr tidak bisa menahan emosi, hingga akhirnya Mr membenturkan wajahnya ke wajah korban.

“Akibat benturan ini, bibir korban robek dan terus mengeluarkan darah. Keduanya kemudian membubarkan diri,” imbuhnya.

Selang beberapa hari, Wasir kemudian melaporkan tindakan penganiayaan ini ke Mapolsek Tepus.

“Saat ini Mr belum kami tahan, kami masih mengumpulkan data dan meminta keterangan para saksi,” lanjut Andang.

Andang menambahkan, pengaruh penutupan destinasi wisata di masa PPKM belakangan ini memang memunculkan praktek perjokian,.dimana banyak calo wisata yang mencegat calon wisatawan untuk memandu lewat jalan tikus menuju pantai dengan tarif tertentu

“Praktek ini membuat rawan sosial antar warga, kami meningkatkan patroli dan standby 24 jam untuk meminimalisir potensi konflik,” tandasnya.

u6Dacb.md.jpg"
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: