Sindikat Pembobol KUA Digulung Polisi, Dua Tertangkap, Satu Masih Buron

  • Bagikan

Wonosari,(lensamedia.co)–Kasus pembobolan dua kantor Kantor Urusan Agama (KUA) di Gunungkidul terungkap. Polisi berhasil mengamankan dua orang pelaku sementara satu lagi berhasil melarikan diri saat akan disergap petugas.

Diketahui bahwa pelaku menyatroni dua KUA, selain mengambil barang elektronik berharga di dalam kantor, para pelaku juga menguras Kartu Nikah yang berada didalam kantor KUA. Adapun dua tempat kejadian di Gunungkidul adalah KUA kapanewon Playen dan KUA kapanewon Patuk.

Kapolres Gunungkidul, AKBP Aditya Galayudha Ferdiansyah menuturkan modus pelaku dalam menjalankan aksinya adalah dengan mencongkel pintu utama dan mengacak-acak tempat penyimpanan.

“Disamping mengincar barang berharga, target mereka juga Kartu Nikah yang masih kosong,” terang Kapolres, Rabu(13/10/2021).

Kapolres melanjutkan di kantor KUA Patuk, pelaku membawa Laptop yang diletakkan di dalam almari ruang Kepala KUA, Buku akta nikah 168 (kosong) isi 14, 122 lembar Blangko surat nikah, Kartu Nikah sebanyak 424 buah, dan Duplikat Buku Nikah 70 buah, kerugian ditaksir sekitar 10 juta rupiah.

“Untuk pembobolan di Playen, KUA kehilangan 1 buah Laptop , 1 buah LCD Proyektor, buku nikah 67 pasang, 22 buah duplikat buku nikah dan kartu nikah 200 keping. Kerugian mencapai Rp 15 juta,” imbuh Kapolsek.

Titik terang pengungkapan kasus ini berawal saat dalam penyelidikan, polisi mendapat informasi tentang adanya satu rombongan orang tak dikenal dan mencurigakan sedang berada di SPBU Patuk.

“Kami kemudian memulai dari copy rekaman CCTV Pom tersebut dan penelusuran jalur yang terdapat CCTV, hasilnya tanggal 30 Agustus 2021 lalu kami mendapat informasi tentang ciri-ciri yang identik dengan keberadaan orang tak dikenal tersebut,” lanjutnya.

Penyelidikan kemudian mengarah ke Jakarta Selatan. Polisi yang sudah mengantongi identitas pelaku pada tanggal 4 September 2021 lalu akhirnya berhasil mengamankan seorang pelaku yg bernama PH(42), warga Bogor.

“Dari keterangan PH (42), kami menangkap AA (41) warga Bogor yang berada di Pangalengan Bandung, satu orang pelaku berinisial ED belum berhasil kami amankan,” imbuh Kapolsek.

Untuk melanjutkan proses hukum terhadap kedua pelaku saat ini keduanya ditahan di MakoPolres Gunungkidul

pada kesempatan yang sama, Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Rian Permana menambahkan, target utama dari sindikat ini sebenarnya adalah Kartu Nikah.

“Mereka menjual Kartu Nikah kosong ini kepada sindikat penyedia jasa nikah siri ataupun pemalsuan Kartu Nikah yang banyak terdapat di wilayah Bogor,” imbuh Ryan.

Dari keterangan yang didapat, para pelaku menjual Kartu Nikah ini seharga 1 sampai 1,5 juta, dijual di Jawa Barat dan Sumatera. Untuk hasil pembobolan di Gunungkidul mereka mengaku belum menjualnya.

“Yang kami tangkap, keduanya adalah pemetik, dan yang berhasil kabur adalah penghubung dengan jaringan jasa nikah ilegal,” imbuh Ryan lagi.

Para Pelaku dikenakan Pasal 363 KUHP. tentang tindak pidana pencurian dengan ancaman hukuman selama lamanya 7 (tujuh) tahun penjara.

u6Dacb.md.jpg"
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: