Sikapi Harga Minyak Goreng Meroket, Disperindag Siapkan 500 Paket Untuk Operasi Pasar

  • Bagikan

Gunungkidul, (lensamedia.co)– Kenaikan harga dari salah satu bahan Sembako, yaitu minyak goreng membuat banyak masyarakat yang mengeluh. Pasalnya, kenaikan harga ini dinilai cukup fantastis, bahkan banyak yang menyatakan bahwa minyak goreng ganti harga.

Untuk mensikapi hal ini, selama tiga hari Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pasar Gunungkidul mengadakan operasi pasar dengan menyiapkan ratusan paket minyak goreng dan gula pasir dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Seperti disampaikan oleh Sigit Haryanto, Kepala Seksi Distribusi, Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Gunungkidul. Sigit mengatakan, sejak Senin kemarin hingga Rabu besok diselenggarakan operasi pasar di Kapanewon Patuk, Gedangsari dan Wonosari.

“Minyak 1 liter dan gula pasir 1 liter disediakan dengan harga Rp. 25 ribu,” terang Sigit, Selasa (9/11/2021).

Sigit menyebut, ada 500 paket yang disiapkan, Senin kemarin 150 paket di Kalurahan Nglegi, Patuk dan Selasa init adi 150 paket di Kalurahan Ngalang, Gedangsari.

“Untuk besok pagi yakni Rabu (10/11/2021) pukul 09.00 WIB, ada 200 paket yang disediakan di balai Kalurahan Kepek, Kapanewon Wonosari,” lanjutnya.

Menurutnya antusias masyarakat sangat positif, dapat dilihat dari cepatnya paket habis hanya dalam waktu sekitar 30 menit.

“Operasi pasar ini kami laksanakan untuk menstabilkan harga minyak goreng yang akhir akhir ini naik,” imbuh Sigit.

Salah satu warga Kalurahan Nglegi, Patuk, Aminah (40), yang ikut membeli paket sembako menyambut baik operasi pasar ini.

“Harga minyak goreng di pasar mencapai Rp. 17 ribu per liter, beli paket ini Rp 25 ribu dapat minyak satu liter dan gula pasir sekilo, lumayan ngirit,” terangnya.

Menurutnya, tidak hanya minyak goreng yang harganya naik, gula pasir juga naik akhir akhir ini di pasaran.

“Beberapa hari ini, gula pasir juga naik, sekilo Rp.13ribu,” imbuhnya. (Ep)

u6Dacb.md.jpg"
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: