Setelah Perak, Atlet Gunungkidul Kembali Menyumbang Emas Untuk Tim DIY

  • Bagikan

Wonosari,(lensamedia.co)–Setelah Bayu Prasetya atlet Cabor jalan cepat putra Gunungkidul yang berhasil menyumbang medali perak pada gelaran PON XX 2021 Papua, kali ini atlet putri Indah Lupita Sari (25) yang juga putra daerah Gunungkidul juga berhasil mempersembahkan medali emas pada cabang yang sama untuk tim DIY.

Indah Lupita Sari, warga Padukuhan Logandeng, Kalurahan Logandeng , Kapanewon Playen, adalah atlet putri yang berlaga pada Cabor atletik Jalan cepat di kelas 20.000 meter.

Saat dihubungi media, Indah menceritakan perjuangannya yang telah berbuah manis. Dia bercerita bahwa emas yang diperolehnya harus melalui perjuangan yang ekstra.

“Banyak sekali kompetitor atlet-atlet berprestasi dari cabang olahraga jalan cepat kategori putri di kelas 20.000 meter, rata rata mereka berperforma bagus,” terang Indah, Minggu(10/10/2021.

Indah berhasil menyelesaikan lomba dalam waktu 1 jam 54 menit, dengan konsistensinya di lintasan perlombaan Jalan cepat, akhirnya ia menjadi yang pertama menyentuh garis finish.

Dengan keberhasilannya ini Indah mengaku sangat berbahagia, dalam foto fotonya Indah tampak menangis haru campur senang.

“Alhamdulillah, saya merasa sangat bersyukur kepada Tuhan bisa mempersembahkan yang terbaik untuk tim saya, orang tua, keluarga, dan pelatih saya,” kata Indah.

Sama dengan Bayu Prasetya, PON ini adalah yang pertama bagi Indah, untuk itu dia juga mempersiapkan diri semaksimal mungkin. Walau dia mengakui persiapannya di masa Pandemi banyak sekali rintangan dan kendala yang dihadapinya.

“PON Papua ini adalah yang pertama bagi saya, dan saya bisa langsung menyabet medali emas, ini sangat membahagiakan,” lanjutnya.

Dunia Cabor Jalan cepat ini, memang bukan hal yang baru bagi Indah, dia sudah sering mengikuti perlombaan mulai dari Pra PON 2019 di Jawa Timur Open pada Maret 2019 dan berhasil mendapat posisi kedua. Kemudian Pra PON di Kejurnas Sibinong Agustus 2019 mendapatkan Posisi pertama

Atlet 25 tahun lulusan Universitas Negeri Yogyakarta(UNY) ini mengaku menyukai olah raga atletik sejak masih duduk di bangku sekolah SD, sebelumnya dia menekuni cabang atletik nomor lari menengah jauh, dan dilatih oleh Tupar pelatih atletik legendaris Gunungkidul.

“Saat kelas 2 SMP saya mulai di spesialiskan oleh pelatih di Jalan cepat,” paparnya.

Mulai saat itu, berbagai kompetisi telah dia ikuti, mulai dari kejurnas remaja, Yunior, bahkan Senior. Banyak sudah thropy dan medali yang dia koleksi.

“Saat kuliah, saya sempat vakum sekitar 3 tahun, kemudian mulai masuk lagi di pertengahan tahun 2018, saat itu saya magang di UKM Atletik FIK UNY,” lanjutnya.

Pada saat itu, Indah sudah menjadi asisten pelatih Ivan Budi Aji. Pelatih yang melihat potensi Indah masih sangat terbuka untuk ikut kejuaraan, akhirnya mendorongnya untuk kembali ke lintasan perlombaan.

“Dengan dorongan pelatih, akhirnya saya putuskan untuk comeback, dan Alhamdulillah masih bisa menyumbang medali,” pungkasnya.

u6Dacb.md.jpg"
Penulis: Edi PadmoEditor: Kelvian Adhi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: