u6Dacb.md.jpg

Setahun Bisnis Obat Terlarang, Lima Pemuda Pengkol Dibekuk Petugas

  • Bagikan

Wonosari,(lensamedia.co)–Satuan Reserse Narkoba Polres Gunungkidul berhasil meringkus kawanan pengedar obat terlarang yang telah beroperasi cukup lama di Bumi Handayani. Dalam penangkapan tersebut petugas berhasil mengamankan ribuan butir pil siap edar.

Kasat Satresnarkoba Polres Gunungkidul, AKP Dwi Astuti Handayani, terungkapnya kasus tersebut bermula adanya laporan dari warga terkait peredaran obat terlarang di wilayah Nglipar. Kemduian pada Minggu (25/07/2021) kemarin, petugas langsung menuju lokasi yang diduga sebagai tempat transaksi.

“Penyelidikan dilakukan di wilayah Pengkol, kita kembangkan dan berhasil mengamankam 5 orang pelaku,” kata dia.

Adapun para tersangka tersebut merupakan AG (21), AS (21), AM (22), EH (21), dan ERG (25), mereka diketahui tercatat sebagai warga Pengkol. Kendati begitu, kelima orang itu ditangkap petugas di lokasi berbeda.

Ia menambahkan, para pelaku memiliki peran berbera. Untuk AG sendiri diketahui merupakan bandar yang bertugas mencari dan memasarkan obat-obatan terlarang jenis pil sapi dan pil warna kuning berlogo MF.

“Dari tangan AG kita mengamankan 439 pil sapi, dia merupakan bandarnya ia membeli obat itu dari pasar online,” jelas dia.

Kemudian, petugas juga berhasil mengamankan 100 butir pil sapi dan 690 pil berwarna kuning dari rumah AS. Sedangkan dalam pengembangan petugas mendapati AM dengan barang bukti 960 butir pil sapi dan 15 butir MF.

“Dari situ kemudian mengembang ke EH, uang hasil jualan mereka dan handphone sebagai sarana kami amankan juga,” jelas dia.

Satu orang lagi berinisial ERG juga diamankan oleh petugas, dia memiliki peran membantu AG dalam packing obat-obatan terlarang itu. Satu bungkus plastik kecil berisi 10 butir dengan harga Rp 25.000. Selain mengamankan dari para pengedar ini, petugas juga mengamankan dari para pembeli yang belum dikonsumsi.

“AG ini membeli secara online dengan harga 400 ribu rupiah per 1000 butir. Terus ia jual bersama teman-temannya ini,” imbuh dia.

Dari pengakuan, mereka mengedarkan obat tersebut sejak 1 tahun terakhir. Adapun mereka dikenaka dikenakan pasal 60 butir 10 undang-undang RI undang-undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta kerja yang merubah dan menambah pasal 197 juncto pasal 106 undang-undang RI Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan atau pasal 196 junto pasal 1998 ayat 2 ayat 3 undang-undang RI Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan.

“Ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara. Kalau ERG kami kenakan pasal 55 karena dia membantu melakukan tindak pidana ini,”ujar dia.

u6Dacb.md.jpg
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: