u6Dacb.md.jpg

Serapan Anggaran Covid-19 Rendah, DPRD Gunungkidul Akan Panggil Eksekutif

  • Bagikan

Wonosari,(lensamedia.co)– Serapan anggaran penanganan covid-19 di Kabupaten Gunungkidul masih tergolong rendah. Hingga bulan ke-7 tahun 2021 ini anggaran dari BTT baru digunakan sebesar 30,21 persen atau Rp 13,8 miliar dari total Rp 48,8 miliar. Dalam waktu dekat ini, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gunungkidul akan memanggil eksekutif untuk membahas hal tersebut. Diharapakan, anggaran segera digunakan ditengah semakin melonjaknya kasus covid di Gunungkidul.

Wakil Ketua DPRD Gunungkidul, Heri Nugroho mengatakan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan memanggil unsur eksekutif untuk membahas lebih lanjut agar serapan maksimal. Menurutnya, saat ini yang mendesak ialah terkait dengan bantuan untuk jejaring pengaman sosial, bantuan sembako serta bantuan sosial tunai kepada yang terdampak PPKM Mikro.

“PPKM Mikro dengan aturan-aturannya harus ada solusi. Bantuan jejaring pengaman sosial juga perlu ditambah. Kemarin kita sudah rencana akan undang pemerintah eksekutif, mungkin jumat,” ucap Heri kepada lensamedia.co, Rabu (21/07/2021).

Ketua DPRD Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih menambahkan, beberapa waktu lalu Presiden dan Mentri Keuangan juga menyampaikan secara Nasional tentang rendahnya serapan Dana BTT. Dengan begitu, DPRD akan mendorong untuk pengguaan BTT sesuai SOP kedaruratannya dimasing-masing OPD.

“Melakukan tindakan dan mengeksekusi kebutuhan lapangan yang diatur dalam penggunaan BTT , tidak boleh menyimpang dari Itu. Baik di Dinkes, RSUD, BPBD, Dinas Sosial dan dinas lainnya,” jelas Endah.

Selain itu, kebutuhan obat-obatan serta oksigen dan peralatan medis lain juga saat ini perlu diperhatikan. Menurutnya, serapan anggaran di insentif SDM medis juga masih sangat minim.

“Peralatan Medis, Intensif SDM medis, peti jenazah, pemulasara jenazah, dan bantuan sosial lain yang diatur. Ini perlu ada eksekusi,” kata dia.

“Bukan karena tidak ada anggarannya , tapi karena kelangkaannya,” imbuh dia.

Kendati begitu, menurut Endah dalam kondisi kedaruratan seperti saat ini semua pimpinan daerah belum memiliki pengalaman untuk menangani pandemi. Sehingga DPRD akan menjadi kontrol koreksi sebagai masukan ke depan.

“Kami juga berharap seluruh masyarakat untuk bersama mendorong mendukung program penanggulangan wabah ini dengan mau di vaksin, jaga imunitas, optimis, dan bersabar. Masukan kepada pemerintah wajib dilakukan, tetapi tetap dengan diiringi sinergi dari semua lapisan masyarakat dari hulu ke hilir,” tandas dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, minimnya serapan anggaran BTT dalam penanganan covid-19 ini dikarenakan adanya perubahan situasi pandemi. Sehingga terjadi pergeseran anggaran untuk memenuhi kebutuhan yang memakan waktu dalam prosesnya.

“Kenaikan kasus yg luar biasa, perubahan peraturan dari pusat dan lainnya. Kita perlu penyesuaian untuk memenuhi kebutuhannya,” ucap dia.

u6Dacb.md.jpg
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: