Sempat Viral, Warga Ponjong Penolak Pemakaman Jenazah Dijatuhi Hukuman Penjara 4 Bulan

  • Bagikan

Wonosari,(lensamedia.co)– Aksi penolakan pemakaman jenazah yang sempat viral beberapa bulan lalu telah sampai titik puncak. Dua orang warga Ponjong yakni Sudiro (Ketua RT) dan Rohmad alias Mandra telah mengikuti jalannya persidangan. Keduanya dijatuhi hukuman 4 bulan 15 hari oleh hakim Pengadilan Negeri Wonosari, Kamis (28/10/2021).

Informasi yang berhasil dihimpun lensamedia.co, keduanya yakni Sudiro dan Rohmad aliaa Mandra menjalani sidang secara virtual yang dipimpin oleh Iman Santosa, SH MH dengan anggota Aditya, SH dan Rochman, SH. Kemudian untuk tim jaksa penuntut umum adalah Lingga, SH dan Hani, SH dengan panitera Alucius Yudo Kristanto, SH.

Dalam sidang tersebut, majelis hakim menjatuhkan hukuman penjara selama 4 bulan 15 hari terhadap dua orang yang secara terbukti melakukan penolakan pemakaman terhadap jenazah covid-19 Mayor Inf (Purn) Suyitno.

Keduanya pun tidak mengajukan banding dan menerima putusan itu. Usai sidang putusan itu, mereka kemudian dibawa ke Rutan Klas II B Wonosari untuk menjalani masa tahanan.

Sebagai informasi, kejadian tersebut bermula pada 11 Juni 2021 silam. Saat itu, seorang warga dari Kalurahan Ngeposari meninggal dunia di rumah sakit dengan status covid-19. Namun karena dahulunya merupakan warga Sidorejo, pihak keluarga hendak memakamkan jenazah di TPU Trengguno Lor.

Akan tetapi, saat warga menggali makam, kedua terdakwa melakukan penolakan dengan dalih bahwa warga sekitar lingkungan tidak bisa menerima karena takut akan virus.

Bahkan aksi tersebut sempat terekam kamera hingga viral di media sosial. Buntutnya, pihak keluarga berusaha melakukan pertemuan dengan kedua orang tersebut. Akan tetapi, meski sudah ada penyelesaian kekeluagaan kasus ini tetap lanjut.

“Dikenakan pasal 14 UURI no 4 th 1984 dengan ancaman hukuman 1 tahun penjara,” kata Kanit Pidana Khusus Satreskrim Polres Gunungkidul, Ipda Ibnu Ali Puji.

Proses pemeriksaan pada saat itu intens dilakulan, kedua warga Trengguno Lor tersebut ditetapkan sebagai tersangka. Tak berselang lama, berkas kemudian dilimpahkan ke Kejaksaan dan dilakukan persidangan dengan Pengadilan Negeri.

“Untuk persidangan sudah ranah Pengadilan,” imbuh dia.

u6Dacb.md.jpg"
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: