Sempat Dicari Dua Orang Usai Coblosan Pilur, Warga Ponjong Ini Pulang Babak Belur

  • Bagikan

Ponjong, (lensamedia.co)– Perhelatan Pilur serentak di Gunungkidul, Sabtu(30/10/2021), secara umum terselenggara dengan lancar dan aman. Namun Pilur ini menyisakan cerita untuk Ng(45), warga Padukuhan Alas Ombo, Kalurahan Bedoyo, Kapanewon Ponjong, Gunungkidul. Usai coblosan, Ng pulang dengan wajah babak belur, akibat dianiaya oleh dua orang oknum timses calon yang kalah. Saat ini korban masih dalam perawatan di sebuah rumah sakit swasta di Gunungkidul.

Istri korban, T (43) menceritakan awal kejadian yang menimpa suaminya. Sabtu (30/10/2021) siang, sekitar pukul 14.00 WIB dirinya didatangi oleh dua orang oknum tim sukses yang ternyata kalah dalam Pilur Kalurahan Bedoyo.

“Waktu itu ada dua orang datang ke rumah, mencari suami saya, saat itu saya sedang menidurkan anak di kamar,” terang T, Minggu(31/10/2021).

Karena suaminya tidak ada di rumah, T kemudian menanyakan maksud kedua orang itu mencari suaminya, dan mereka menjawab dengan nada emosi.

“Katanya suami saya mau dibawa pergi, saya menangis ketakutan, karena mereka ngomong begitu dengan nada mengancam dan emosi,” lanjutnya.

Saat kedua orang itu pergi, T mengaku bingung harus berbuat bagaimana. Anak sulungnya yang duduk di bangku SMK sebenarnya hendak mengejar kedua orang tersebut namun dia cegah.

“Anak saya agak emosi mau mengejar mereka, tapi saya cegah, karena semua belum jelas, tapi saya yakin hal ini ada keterkaitan dengan pemilihan Lurah,”kata dia.

T kemudian berusaha menghubungi nomor HP suaminya tapi tidak bisa tersambung. Merasa semakin khawatir, dia kemudian mencari keberadaan suaminya ke lokasi yang biasanya digunakan suaminya untuk berkumpul dengan teman-temannya.

Saat mencari suaminya itulah, T ditelpon oleh anaknya yang mengatakan bahwa bapaknya telah pulang. Dan betapa terkejutnya T, saat tiba di rumah melihat keadaan suaminya yang babak belur dan ketakutan.

“Suami saya mengalami banyak luka, terutama di wajah, mata lebam, kepalanya keluar darah dan mengaku rahangnya sakit ketika saya ajak berbicara,” terangnya.

Melihat keadaan seperti itu, dia kemudian memeriksakan suaminya ke rumah sakit untuk mendapat pengobatan.

“Pihak rumah sakit meminta agar bapak menjalani rawat inap karena masih merasakan efek dari luka lukanya,” lanjutnya.

Saat ini, T mengaku tidak mengetahui alasan mengapa suaminya dianiaya oleh oknum tim sukses calon lurah. Dia juga belum menanyai suaminya, karena keadaanya masih trauma, dan rahangnya masih sakit ketika diajak berbicara.

Namun ia tetap menduga penganiayaan terhadap suaminya berkaitan dengan Pilihan lurah yang berlangsung di desanya.

“Hari Rabu kemarin, suami saya memang diminta mengantar timses lurah yang menang untuk mendatangi rumah rumah warga, kayaknya itu yang dipermasalahkan, tetapi tepatnya apa saya tidak tahu,”paparnya.

T menambahi, bahwa dua orang tim sukses dari lurah yang kalah sempat mendatangi Suaminya, keduanya mengaku meminta maaf dan ingin menyelesaikannya secara kekeluargaan.

Sementara itu, berdasar keterangan seorang warga yang tidak mau disebut namanya menyatakan bahwa Ng itu adalah kader ganda.

“Ng itu tim sukses dari dua calon, mungkin itu yang menjadi masalah dan memang Itu tidak baik,”ujarnya.

u6Dacb.md.jpg"
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: