Sandiaga Uno Tanggapi Polemik Ngopi In The Sky, PHRI DIY Minta Evaluasi Dilakukan Menyeluruh

  • Bagikan

Gunungkidul,(lensamedia.co)–Polemik wahana wisata Ngopi In The Sky yang operasionalnya telah dihentikan oleh Pemerintah DIY menuai banyak tanggapan. Menteri Pariwisata RI, Sandiaga Uno juga ikut berkomentar.

Wahana baru yang menawarkan sensasi ketinggian ini dikelola oleh wisata Teras Kaca di Kalurahan Girikarto Kapanewon Panggang Gunungkidul, Yogyakarta. Oleh Pemerintah DIY operasional wahana ini dihentikan karena dianggap tidak sesuai aturan dan melanggar faktor keselamatan wisatawan.

Menteri Pariwisata RI Sandiaga Uno, melalui akun instagramnya @sandiuno, menulis bahwa dirinya mendapat laporan bahwa setelah 4 hari beroperasi, wahana ‘Ngopi in The Sky’ di Gunung Kidul ini ditutup oleh Pemda setempat karena belum adanya izin dan juga belum memenuhi aspek keamanan dan keselamatan.

“Saya berharap dengan adanya sertifikasi seperti CHSE yang menjamin adanya keamanan serta adanya kemudahan dalam perizinan, atraksi wisata yang mendapat respon positif dari masyarakat dan telah membuka lapangan kerja baru ini dapat segera dibuka kembali,” tulis Sandiaga.

Dia juga menyatakan bahwa pihkanya mendukung penuh ide-ide usaha inovatif masyarakat yang dapat meningkatkan sektor pariwisata dan membangkitkan ekonomi di tengah pandemi.

“Kita harus bisa hadirkan atraksi wisata seperti di luar negeri #DilndonesiaAja,” lanjut Sandi dalam instagramnya.

Dalam kolom komentar, beberapa netizen juga ikut menanggapi dengan ragam pendapat mereka. Ada yang mendukung positif tapi tetap juga ada yang tetap mempertanyakan keamanan wahana ini.

Terpisah, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Deddy Eryono menyatakan bahwa pihaknya mengaku sangat mengapresiasi terhadap investor yang telah menghadirkan sesuatu yang baru dan benar-benar berbeda.

“Apapun itu, kita patut memberikan apresiasi terhadap investor yang telah berinovasi untuk sebuah daya tarik wisata”ujar dia, Minggu (09/01/2022).

Hanya saja, menurut Deddy pengelola memang harus mengutamakan standar keselamatan wisatawan.

“Untuk wahana Ngopi In The Sky, memang harus mengantongi perijinan terlebih dahulu terkait dengan penggunakan alat berat crane,” lanjutnya.

Alasan dari Pemerintah Daerah menghentikan operasional Ngopi In The Sky tersebut, menurut Deddy memang bisa dipahami, namun dia berharap pemerintah tidak berat sebelah dalam hal ini.

“Seharusnya, pemerintah harus mengevaluasi semua wahana yang ditawarkan oleh semua pengelola destinasi wisata jika memang untuk urusan keselamatan,” kata Deddy.

Deddy mencontohkan, salah satu wahana yang menjual sensasi adrenalin adalah wahana Jembatan Penyeberangan Pantai Timang Gunungkidul.

Wahana jembatan penyebarangan yang melintasi selat kecil dari pantai Timang ke pulau terdekatnya menurut Deddy juga sangat mengandung resiko.

“Pemerintah juga harus berani mengevaluasi wahana penyeberangan di Pantai Timang, jika standar keselamatan yang dipertimbangkan,” harap Deddy.

Menurut Deddy, beberapa wahana di Gunungkidul banyak yang hanya menjual sensasi bagi pengunjungnya. Dan hal ini memang sangat diminati oleh wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara.

“Evaluasi terkait dengan unsur keselamatan memang harus dilakukan, sebagai wujud membela nama baik pariwisata DIY dan Indonesia, dan itu harus dilakukan di semua wahana” tandasnya.

Penulis: Edi Padmo
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: