Ribuan Wisatawan Mulai Banjiri Kawasan Pantai Gunungkidul

  • Bagikan

Tanjungsari,(lensamedia.co)–Hari perdana pembukaan uji coba terbatas destinasi wisata di Gunungkidul, Rabu(20/10/2021), disambut antusias oleh wisatawan. Ribuan wisatawan dengan ratusan kendaraan hari ini membanjiri kawasan wisata pantai.

Dari pantauan di lokasi TPR Baron, pengunjung dan petugas tampak masih terkendala soal penggunaan aplikasi PeduliLindungi. Para wisatawan yang datang memang di atur untuk melakukan Scan Chek in di titik-titik tertentu.

Koordinator TPR Baron, Heri Mulyono mengungkapkan, kendala utama aplikasi PeduliLindungi adalah pada banyaknya wisatawan yang belum memiliki aplikasi ini. Bahkan Heri menyebut ada beberapa ditemui wisatawan yang memang tidak menggunakan ataupun memiliki telepon pintar.

“Yang belum punya aplikasi ya harus download dan registrasi dulu, kalau yang tidak punya HP ya menunjukkan kartu vaksin,” terang Heri, Rabu siang(20/10/2021).

Heri menyebut, pihaknya berupaya maksimal untuk menepati aturan uji coba terbatas ini, sehingga wisatawan yang masuk betul betul aman, paling tidak sudah divaksin.

“Selalu kami tekankan kepada pengunjung untuk mematuhi aturan dan protokol kesehatan sehingga tidak terjadi penularan dikawasan wisata,” tandasnya.

Sementara itu, Dicky Pratama, salah seorang wisatawan asal Yogya yang ikut antri scan menyatakan, bahwa dirinya sudah memiliki Barcode Aplikasi PeduliLindungi. Dia menyebut dengan banyaknya wisatawan lain yang juga sudah memiliki barcode yang sama dirinya mengaku merasa lebih aman untuk berwisata.

“Ya senang, bisa berwisata kembali, mumpung libur, dan semoga aman karena saya dan yang lain sudah vaksin dan memiliki aplikasi,” terangnya.

Sampai siang, petugas TPR Baron sudah mencatat sekitar 5 ribuan pengunjung, dan ratusan kendaraan. Jumlah itu tentu akan menyebar disepanjang kawasan spot spot destinasi pantai, karena sesuai ketentuan, pengunjung dibatasi maksimal hanya 25 persen dari kapasitas total tempat wisata.

“Contohnya pantai Baron, 25 persen pengunjung berarti sekitar 2 ribuan orang, sedangkan Kukup sekitar 1.700-an,” sebut Heri Mulyono.

u6Dacb.md.jpg"
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: