Ratusan Ribu Wisatawan Banjiri Gunungkidul Saat Nataru, PAD 2021 Sektor Wisata Terlampaui

  • Bagikan

Gunungkidul,(lensamedia.co)–Di penghujung tahun 2021, pada masa libur Nataru, ratusan ribu wisatawan membanjiri Gunungkidul. Hal inilah yang medongkrak PAD dari sektor wisata sehingga bisa mencapai Rp 1,2 Milyar lebih. Tercatat bahwa ada 1.760.349 wisatawan mengunjungi Gunungkidul, sehingga PAD terlampaui di angka 104,6 persen.

Harry Sukmono, Sekretaris Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul mengungkapkan bahwa secara keseluruhan jumlah PAD wisata tahun 2021 mencapai Rp. 12.544.846.646,38.

“Targetnya 12 milyar, jadi PAD bisa terlampaui sebesar 104,6 persen,” terang Harry Senin(3/12/2022).

Selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) periode 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022, menurut Harry, Gunungkidul dikunjungi sebanyak 177.890 orang. Total pendapatannya mencapai Rp1.262.375.700,00.

“Pada masa Nataru kami menargetkan 147.715 pengunjung, dengan perolehan PAD Rp1.124.235.500,00,” imbuhnyam

Dengan terlampauinya target PAD ini, Harry menyatakan sangat bersyukur, apalagi saat ini di masa Pandemi, dimana keadaan dunia pariwisata sangat dinamis.

Untuk jumlah uang dan nilai ekonomi yang beredar secara umum, Harry menyatakan saat ini pihaknya belum bisa merinci, sebab hasil kajian baru akan terbit pada triwulan pertama 2022 ini.

Sudah jelas, lanjut Harry, dengan semakin banyaknya pengunjung tentu peredaran uang di pelaku wisata masyarakat akan meningkat, yang tentunya pendapatan mereka juga akan bertambah,l.

“Tingkat kunjungan tentu memiliki korelasi dengan peredaran uang untuk belanja, hanya saja saat ini, kami belum bisa merinci nominal pengeluaran belanja per orang per harinya dari wisatawan yang berkunjung,” imbuhnya.

Salah seorang pedagang cinderamata pantai Kukup, Warsini mengaku, bahwa untuk masa liburan akhir tahun ini, pendapatannya belum pulih seperti masa sebelum Pandemi.

“Pengunjung pantai yang datang, mereka lebih banyak memilih untuk menikmati liburan daripada berbelanja,” ujarnya.

Meski demikian Warsini dan teman temannya mengaku bersyukur mulai ada peningkatan jumlah wisatawan. Dia mengaku pada masa penerapan PPKM kemarin sempat menutup tempat usahanya, karena sepinya kunjungan.

“Alhamdulillah mulai ada peningkatan, meski belum kembali seperti semula, semoga segera normal,” harapnya.

lensamedia
Penulis: Edi Padmo
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: