u6Dacb.md.jpg

Puluhan Warga Terpapar Covid, Satu Padukuhan di Kapanewon Panggang Terapkan Lockdown

  • Bagikan
Suasana saat petugas medis mengambil swab di padukuhan Jeruken

Panggang,(lensamedia.co)–Akibat banyaknya warga yang terkonfirmasi positif covid-19, satu Padukuhan di Kalurahan Girisekar, Kapanewon Panggang menerapkan lockdown. Aktifitas masyarakat di padukuhan tersebut dipastikan lumpuh total selama 14 hari kedepan.

Lurah Girisekar, Sutarpan mengatakan, sampai dengan saat ini total ada 47 orang warga di Padukuhan Jeruken yang terkonfirmasi posifit covid-19. Mereka merupakan bagian dari klaster hajatan.

“Total ada 47 orang, untuk padukuhan Jeruken sementara di ‘lockdown’,” kata Lurah Girisekar Sutarpan, Selasa (15/06/2021) siang.

Ia menjelaskan, dengan adanya lockdown ini seluruh aktifitas warga lumpuh total selama 14 hari kedepan. Pihaknya melalui satgas kalurahan akan turut memantau di lokasi untuk mengantisipasi adanya warga yang meninggalkan rumah.

“Akan kami jaga ketat, ini tidak lain untuk antisipasi penyebaran yang lebih meluas,” ucap dia.

Sementara untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pemerintah kalurahan akan menggunakan anggaran untuk penanganan covid yang bersumber dari 8 persen dana desa. Pihaknya melakukan hal ini lantaran penambahan jumlah pasien covid-19 mengalami kenaikan yang signifikan.

“Untuk kebutuhan bahan makanan kita bantu dari kalurahan karena ada dana untuk penanganan covid-19,” ucap dia.

Ia menceritakan munculnya kaster hajatan di Padukuhan Jeruken berawal dari salah seorang warga di sana yang bekerja sebagai buruh bangunan di luar kota pulang dengan gejala batuk dan pilek. Saat itu yang bersangkutan memeriksakan di sebuah klinik di Kapanewon Panggang. Oleh klinik itu, dites antigen ternyata positif covid-19.

Namun yang bersangkutan memeriksakan diri kembali ke salah satu rumah sakit di Kapanewon Playen. Pria tersebut tidak mengatakan jika dirinya didagnosa covid-19 sebelumnya. Oleh petugas medis didiagnosa penyakit typus.

Saat itu yang bersangkutan langsung membantu warga yang mengadakan hajatan sebagai tukang cuci piring. Setelah itu, petugas medis memberitahu yang bersangkutan terkonfirmasi positif kepada warga. Lalu dilakukan tracking, ada 16 orang yang terkonfirmasi positif dari hajatan itu.

u6Dacb.md.jpg
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: