u6Dacb.md.jpg

Puluhan Petugas Medis di RSUD Wonosari Terpapar Covid-19

  • Bagikan

Wonosari,(lensamedia.co)–Jumat (25/06/2021) ini terjadi penambahan kasusnpositif covid-19 tertinggi yang pernah terjadi. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mencatat ada 242 orang terpapar corona. Mirisnya, dari jumlah tersebut puluhan diantaranya merupakan petugas medis di RSUD Wonosari.

Informasi yang berhasil dihimpun lensamedia.co, terdapat 46 orang di lingkup RSUD Wonosari dinyatakan positif setelah hasil PCR keluar. Adapun rinciannya yakni 2 orang dokter umum, 29 perawat, 4 petugas laboratorium dan sisanya petugas penjaminan dan elektromedis.

“Sulit utk melacak ketularannya dari mana, ada yang justru terpapar dari lingkungan rumah, keluarga,” ujar Direktur RSUD Wonosari, Heru Sulistiyowati ketika dikonfirmasi perihal kabar tersebut, Jumat malam.

Heru mengatakan, dengan berkurangnya petugas di RSUD Wonosari akibat melakukan isolasi, pihaknya tidak dapat menambah jumlah tempat tidur di tengah lonjakan kasus ini. Menurutnya, RSUD saat ini hanya bisa menggunakan 50 tempat tidur sebagai ruang perawatan pasien covid-19.

“Bangsal yan non covid karena BOR (persen huniannya juga tidak tinggi) kami merger. Kalau yang isolasi covid tetap, hanya tidak bisa nambah lagi tempat tidur. Tadinya mau nambah 12 tempat tidur lagi, tetapi karena SDM tidak ada, ndak jadi nambah,” beber dia.

Adanya lonjakan yang sangat banyak beberapa waktu terakhir tidak hanya berdampak di RSUD Wonosari saja. Namun penuhnya tempat tidur untuk perawatan juga dirasakan di seluruh rumah sakit rujukan.

“Tempat tidur penuh terus, kita membutuhkan penambahan ruangan dan tempat tidur untuk menangani pasien baru,” ucap Heru.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, dengan adanya tambahan tersebut maka menambah angka kasus terkonfirmasi aktif menjadi 1.611 orang. Hari ini pihaknya juga menerima laporan adanya 10 orang meninggal dunia terpapar covid-19.

“Jumlah keseluruan kasus sebanyak 5.301 dengan rincian 1.611 masih perawatan dan isolasi mandiri, 3.469 sudah sembuh, dan 221 meninggal dunia,” terang Dewi.

u6Dacb.md.jpg
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: