Proses Kasus Penanganan Persekusi di Ponjong Dinilai Lambat, LSM : Pelaku Jelas di Video, Tangkap

  • Bagikan

Wonosari,(lensamedia.co)– Kasus persekusi terhadap anak dibawah umur yang terjadi di wilayah Kapanewon Ponjong kian ramai diperbincangkan masyarakat. Terlebih karena pelaku masih berkeliaran di masyarakat. Hal itu pun membuat sejumlah aktifis angkat bicara dan meminta pihak penegak hukum untuk bekerja secara cepat.

Seperti diungkapkan oleh Ketua Aliansi Indonesia, Gunungkidul, Stefanus Sujoko. Dirinya secara langsung turut mengamati jalanaya kasus tersebut. Bahkan informasi yang diterima, pihak keluarga telah melakukan pelaporan resmi ke Mapolres Gunungkidul.

“Tentu harapan kami pelaku utama diamankan. Karena sudah jelas oknum warga siapa saja yang terlibat nampak di video. Ada suara, dari sana paling tidak bisa mengamankan pelaku utamanya,” tandas Sujoko, Kamis (24/06/2022).

Sujoko menilai, lambannya penanganan hukum ini akan memberikan dampak cukup luar biasa. Selain sitgma masyarakat yang miring terkait kepercayaan kepada penegak hukum juga dampak sosial bagi anak-anak di sekitar lokasi kejadian.

“Pelaku yang masih bisa di masyakaat menjadi monster bagi masyarakat dan menakuti masyarakat. Itu sebenarnya centeng apa jagabaya, itu kemananan atau centengnya. Kok di video mengaku keamnan,” sentil Sujoko.

Sementara itu, Koordinator Jejaring Rakyat Mandiri (Jerami), Rino Caroko juga menyampaikan hal yang tak jauh berbeda. Dirinya meminta kepada aparat penegak hukum agar bertindak cepat dalam penanganan kasus di Ponjong itu.

“Artinya begitu ada laporan harap ditindaklanjuti, maka saya pribadi dari meminta penegak hukum sebelum ada penetapan paling tidak ada penahanan pelaku persekusi agar tidak berkeliaran,” ucap Rino.

Dirinya khawatir, nantinya pelaku akan lari dan menghilang. Sehingga membuat kasus itu juga sirnna seiring berjalannya waktu.

Dirinya juga menyoroti terkait dengan isu adanya backup yang berada di balik para pelaku. Bahkan Rino sendiri dengan tegas akan melaporkan kejadian itu ke Mabes Polri bilamana terjadi backup dari aparat.

“Jika ada pencatutan nama jendral atau penegak hukum saya bersedia melaporkam ini ke Mabes Polri agar yang dicatut itu disanksi karena ini ranah pelanggaran hukum, polisi jangan memperlambat penanganan kasusnya,” jelas dia.

“Saya berharap polisi segera menangkap pelaku persekusi agar stigma polisi lambat itu bisa dihilangkan, masyarakat itu menilai penegak hukum itu bertindak cepat,” imbuh dia.

Diberitakan sebelumnya, Kasus dugaan persekusi terjadi di wilayah Kapanewon Ponjong, Minggu (19/06/2022) malam. T warga Padukuhan Ngrombo2, Kalurahan Karangmojo yang duduk bangku SMP itu diculik dan dianiaya oleh sekelompok orang agar mengaku menjadi pelaku pencurian tabung gas pada tanggal 14 Juni 2022.

Informasi yang berhasil dihimpun lensamedia.co, peristiwa tersebut terjadi pada Minggu malam tadi. T pelajar kelas 7 itu dihampiri saat berada di masjid Nurul Huda, Susukan 4, Kalurahan Genjahan, Kapanewon Ponjong oleh temannya dengan alasan untuk membeli bensin sekitar pukul 23.00 WIB.

Namun ia justru di bawa ke sebuah rumah yang berisi sejumlah warga setempat. Di lokasi itu, T kemudian menadapat sejumlah pukulan hingga bibir dan hidungnya mengeluarkan darah.

Aksi penganiayaan itu pun juga terekam kamera bahkan sampai beredar di masyarakat. Adapun tujuan penganayaan itu diduga dilakukan agar T mengaku melakukan aksi pencurian tabung gas pada 14 Juni 2022 lalu.

Hal itu pun dibenarkan oleh pihak keluarga korban, yakni Nur warga Susukan 4. Nur mengku cukup kaget dengan kabar itu. Pasalnya, T sendiri dalam kurun waktu yang dituduhkan melakukan aksi pencurian berada di bawah pengawasan pengasuh hadroh.

“Pada tanggal itu, keponakan saya (T) aktif kegiatan masjid. Bahkan dia dibawah penawasan pengasuh hadroh,” kata Nur, Senin (20/06/2022).

Nur menjelaskan, dari pengakuan korban, ia dipaksa mengaku melakukan aksi pencurian tabung gas. Sedangkan, T sendiri tidak menlakukan aksi pencurian.

“Karena dibawah tekanan, ia terpaksa mengaku. Karena dipukuli oleh sejumlah orang. Padahal ada orang lain yang telah mengaku melakukan aksi pencurian,” jelas Nur.

Nur menambahkan, saat ini pihak keluarga telah melakukan visum di puskesmas setempat. Pihak keluarga pun akan melakukan upaya pelaporan atas kejadian tersebut.

Sementara itu, Kapolsek Ponjong, Kompol Yulianto ketika dikonfirmasi membenarkan adanya kasua itu. Namun saat ini pihak kepolisian masih melakukan pelidikan.

“Saya sudah perintahkan unit reskrim untuk laks lidik dalami adanya kasus tersebut,” ucap Kapolsek.

lensamedia
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: