u6Dacb.md.jpg

Program KB Dinilai Sukses, Puluhan Sekolah Dasar di Gunungkidul Kekurangan Murid

  • Bagikan

Wonosari,(lensamedia.co)–Puluhan Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Gunungkidul kekurangan jumlah murid setiap ajaran baru dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir. Kendati begitu, disisi lain hal ini merupakan dampak suksesnya program Keluarga Berencana (KB) yang digaungkan pemerintah.

Sekretaris Disdikpora Gunungkidul, Sudya Marsita mengatakan, dari pendataan sejak tahun 2014 lalu, ada 58 SD Negeri yang rencananya akan diganung karena kekurangan murid. Kendati begitu, baru ada belasan yang dilakukan penggabungan. sedangkan sisanya masih menunggu.

“Total baru ada 17 sekolah di gabung, untuk tahun ini ada dua sekolah yakni SD Negeri Candirejo 2 (Kapanewon Semanu) dengan SD Negeri Sumber (Kapanewon Semin). Untuk 41 lainnya masih menunggu” kata Sudya Selasa (03/08/2021).

Selama ini, penggabungan dilakukan karena kekurangan murid. Pasalnya, setiap satu ruang kelas berisi kurang dari 10 siswa. Sehingga proses pembelajara menjadi kurang efektif dan efisien.

“Dari jumlah kursi tersedia untuk SD total ada 9000 an, sementara untuk yang masuk hanya sekitar 7000 an siswa. Minimnya siswa ini karena KB (Keluarga Berencana) itu berhasil ya,” terang Sudya.

Lebih lanjut dikatakan, untuk penggabungan diakuinya memang terdapat sejumlah kendala. Diantaranya, orang tua dan tokoh masyarakat setempat belum mau untuk sekolah digabung.

“Masih dilakukan pendekatan, sehingga tidak menimbulkan polemik,” kata Sudya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Gunungkidul, Heri Nugroho mengatakan, tidak mempermasalahkan penggabungan sekolah. Namun harus ada kajian matang agar tidak menimbulkan masalah dikemudian hari. Masyarakat sekitar harus dilibatkan, karena menyangkut sosial ekonomi dan kondisi geografis.

“Harus dikaji dengan matang sehingga tidak menimbulkan polemik di masyarakat,” kata Heri. 

u6Dacb.md.jpg
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: