Potensi Tetapkan Tersangka Baru, Polisi Telusuri Aliran Dana Ganti Rugi JJLS Kalurahan Karangawen

  • Bagikan

Wonosari,(lensamedia.co)–Polres Gunungkidul masih terus mendalami kasus dugaan korupsi Rp 5,2 miliar uang ganti rugi Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) dengan tersangka Lurah Karangawen non aktif, Roji Suyanta. Pun demikian dengan potensi munculnya tersangka baru terkait aliran dana serta pernan pihak lain yang terlibat.

Kapolres Gunungkidul, AKBP Aditya Galayudha, ketika dikonfirmasi mengenai uang ganti rugi yang seharusnya masuk ke rekening Kalurahan, tetapi malah masuk rekening pribadi mengatakan saat ini masih pemeriksaan. Nantinya jika hasil pemeriksaan sudah lengkap maka akan segera dipublikasi terkait dengan kasus tersebut.

“Masih proses dulu, pemeriksaan masih berlanjut. Nanti akan disampaikan kepada rekan media. Apakah pelakunya satu atau bertambah, nanti hasil pemeriksaan lebih lanjut,” ucap Kapolres.

Sementara itu, Kanit Tipikor Polres Gunungkidul, Iptu Wawan Anggoto mengatakan, sampai saat ini sudah ada 13 saksi dari beberapa instansi. Dari keterangan masing-masing ini masih didalami oleh penyidik unit Tipikor.

“Untuk tersangka lain masih belum, masih kami lakukan pendalaman data,” kata Wawan. 

Disinggung mengenai aliran dana, Wawan mengaku saat ini masih dilakukan pendalaman lebih lanjut. Selain itu, belum ada pengacara yang mendampingi tersangka. “Belum sampai ke arah itu (penggunaan dana) pemeriksaannya,” kata dia. 

Sebelumnya, Roji menyerahkan diri Rabu (8/9/2021) malam setelah menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus dugaan korupsi ganti rugi lahan JJLS. Roji menolak disebut melarikan diri. Dia mengaku mempersiapkan diri untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

“Tidak saya tidak melarikan diri, saya laki-laki,” katanya 

Dia mengaku berniat mencari ketenangan. Pasalnya, masalah yang dialami ini membuat dirinya tertekan.

“Kalau kemarin saya tidak menenangkan diri dulu, nanti jawaban saya takut salah atau apa,” ucap Roji.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: