Pondok Makan Bhumi Arya, Tawarkan Konsep Unik Wisata Alam Asri Dengan Perpaduan Kuliner Khas Pedesaan

  • Bagikan

Rongkop,(lensamedia.co)– Bisnis kuliner di Kabupaten Gunungkidul saat ini kian menjamur. Sejumlah inovasi pun terus dimunculkan guna menarik pengunjung. Mulai dari menu makanan hingga konsep serta fasilitas dikemas sedemikian rupa sebagai nilai tawar. Seperti yang disuguhkan B(h)umi Arya di Padukuhan Siyono B, Kalurahan Petir, Kapanewon Rongkop yang mengembangkan wisata kuliner berbasis wisata minat khusus.

Dil lokasi yang jauh dari perkotaan itu, Bhumi Arya menyajikan lokasi santap daharan yang dipadukan dengan wisata pedesaan. Dengan menanfaatkan hutan disekitar pondok resto tersebut.

Pemilik Bhumi Arya, R. Arya Pradana mengatakan, ia sengaja mengembangkan usaha dengan konsep kuliner khas menu ndeso yang dipadukan dengan wisata alam. Bagaimana tidak, setiap pengunjung yang datang akan ditawari dengan jalut tracing melewati perbukitan dan ladang milik petani.

“Ada dua rute dengan durasi sekitar 30 menit dan rute panjang dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 15 menit sesuai dengan track yang dilalui,” kata Arya.

Selain itu, pihaknya juga menyediakan camping ground di sekitar pondok makanan. Sehingga pengunjung juga dapat menikmati suasana bermalam nan asri di pedesaan.

“Kita juga menyediakan vila bagi yang ingin bermalam dengan suasana yang tentunya kami jamin sangat nyaman,” imbuh dia.

Tentu saja sebagai andalan Bhumi Arya, kuliner khas ndeso pun siap menjadi hidangan yang patut untuk dijajal. Ia meyakini, pengunjung bakal tertarik dengan menu yang ada di tempatnya.

Makanan yang ditawarkan sangat beragam dan khas dengan makanan tradisonal, seperti jangan lombok ijo, ayam kampung, lodeh, jantung pisang dan lainnya. Selain itu juga disedikan pengobatan tradisional atau alternatif.

Ia menambahkan, pondok makan dan bumi perkemahan ini kami juga memberdayakan masyarakat sekitar. Mulai dari pelayanan untuk kemah, tracking hingga hidangan makanan juga warga sekitar yang bergerak.

Sementara itu, Lurah Petir, Sarju mengatakan konsep yang diusung dalam pengembangan Bhumi Arya ini memberdayakan masyarakat lokal. Harapannya meski tidak memiliki wisata alam seperti daerah lain, Kalurahan Petir tetap bisa eksis dan turut dalam mengembangkan pariwisata Gunungkidul.

“Pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu keunggulan. Harapannya perekonomian dan wawasan masyarakat semakin tumbuh,” ujar dia.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: