Polisi Tetapkan Guru Ngaji Cabul Jadi Tersangka

  • Bagikan

Wonosari,(lensamedia.co)–Proses hukum terhadap G(42), oknum guru ngaji yang diduga melakukan pencabulan terhadap murid muridnya terus berlanjut. Polisi sudah secara resmi menetapkan status G menjadi tersangka pada kasus ini.

Kasubag Humas Polres Gunungkidul, Iptu Suryanto menyatakan, saat ini polisi tengah melakukan penyidikan intensif dengan cek TKP dan menanyai para saksi.

“Penetapan status G menjadi tersangka, sudah resmi per tanggal 14 Oktober kemarin,” terang Suryanto,Senin(18/10/2021).

Saat ini, Polisi masih terus melakukan pengumpulan bukti bukti dan keterangan para saksi terkait kasus ini. Unit PPA Polres Gunungkidul sudah melakukan cek lokasi TKP, dan menanyai enam saksi.

Banyak Kain Kafan Berisi Rambut Ditemukan di Rumah Tersangka

Fakta lapangan terbaru yang ditemukan ternyata juga cukup mengejutkan. Selama bekerja sebagai TU di SD Mulo Baru, tersangka dan keluarganya tinggal menempati sebuah ruang di kompleks sekolah yang menjadi satu dengan perpustakaan. Pada akhir pekan kemarin, para guru dan karyawan SD Mulo Baru tempat G bekerja mengadakan bersih bersih ruangan yang selama ini ditempati oleh G.

Mereka mengaku cukup terkejut, karena pada saat itu menemukan barang barang aneh yang berada dalam ruangan itu. Barang barang aneh itu adalah berupa rambut rambut di dalam plastik, dan sobekan sobekan kain kafan.

Salah seorang pemuda asal Padukuhan Karangasem, Sulistyono mengungkapkan akhir pekan lalu ada warga sekitar sekolah yang diminta untuk membersihkan ruangan yang ditempati G.

“Tetangga saya yang dimintai tolong itu ngomong sama saya, bahwa pas bersih bersih, dia menemukan banyak sekali rambut rambut dan sobekan sobekan kain kafan,” terang Sulis, Senin (18/10/2021).

Menurut keterangan Sulis, rambut-rambut tersebut disimpan dalam bungkusan plastik dan dimasukkan ke dalam karung. Jumlah karungnyapun tidak sedikit. Selain rambut, sejumlah kain mori (kafan) juga ditemukan. Sayangnya tetangga yang sedang bersih bersih itu tidak sempat untuk menfotonya.

“Benda-benda tersebut langsung dibakar di belakang sekolah, dia tidak tahu pasti apakah rambut rambut itu rambut manusia apa bukan,”lanjutnya.

Berdasar laporan dari dua korban, G memang mengelabui korban korbannya dengan alasan ritual untuk menghilangkan guna guna/santet yang sedang menimpa korban. Tersangka memulai ritualnya dengan meminta korban untuk mencabut bulu kemaluannya, dan meletakkan disebuah sobekan kain kafan.

“Saya menduga, kemungkinan barang-barang tersebut digunakan untuk syarat dan ritual pengobatan alternatif oleh G,” imbuh Sulis.

Sulis yang mengaku sangat kenal dengan tersangka, karena merupakan teman masa kecilnya mengaku tidak percaya jika G mempunyai kemampuan pengobatan. Sulis menduga semua itu hanya modus untuk mengelabui korban, agar G bisa berbuat mesum dengan murid muridnya.

“Saya yakin, korbannya itu sebenarnya tidak hanya dua, tetapi banyak, tapi yang melapor saat ini memang baru dua itu,” pungkasnya.

u6Dacb.md.jpg"
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: