u6Dacb.md.jpg

Petani Ngalang Taman Padi dan Kedelai di Musim Tanam ke Tiga Lebih Awal

  • Bagikan

Gedangsari,(lensamedia.co)–Memasuki musim tanam ke tiga, sejumlah petani di Ngalang, Kapanewon Gedangsari memulai melakukan penanaman padi dan palawija pada bulan Juni ini. Hal ini dilakukan lantaran masih adanya ketersediaan air dampak pembangunan dam parit Kali Ngalang.

Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan, memasuki musim tanam ketiga para petani Kalurahan Ngalang, Kapanewon Gedangsari mulai giat kembali beraktivitas menanam padi dan palawija. Gerakan tanam padi dan kedelai merupakan dampak pembangunan damparit Kali Ngalang yang telah dapat difungsikan untuk pengairan.

“Biasanya pada musim ketiga tidak ada sekarang dicoba untuk ditanami padi, selain itu gerakan tanam kedele merupakan bantuan pemerintah berupa pengembangan kedelai seluas 5 hektar di Padukuhan Wareng Kalurahan Ngalang,” ucap Raharjo, Kamis (17/06/2021).

Kendati demikian, kelompok tani di wilayah tersebut masih mengeluhkan minimnya pompa air untuk pengambilan air dari dam parit Ngalang. Sehingga saat ini, luasan tanam padi belum dapag maksimal.

“Kemarin kalau ada tambahan pompa untuk penanaman padi bisa lebih luas, sementara untuk kedele bantuan yang ada telah disampaikan kepada para petani dan telah mulai ditanam,” jelas dia.

Sementara Ir. Retno Astuti, MSc. mewakili Ka BPTP mengungkapkan bahwa BPTP siap mendampingi teknologi yang dibutuhkan oleh para petani. BPTP melihat para petani telah banyak menguasai teknologi budidaya pertanian antara lain tanam padi telah dilaksanakan secara jajar legowo 2:1.

“Mereka juga paham pergiliran varietas padi sehingga mengurangi serangan hama dan penyakit. Khusus untuk kedele yang ditanam berupa varietas Anjasmoro mempunyai banyak keunggulan antara lain produksi tinggi, bentuk polong besar,” terang dia.

Kepala DPP Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto menambahkan bahwa pada musim tanam kedua  luas pertanaman padi 8.371 ha. Sedangkan panen sampai dengan 15 Juni 2021 tercapai seluas 5.479 Ha.

“Untuk sisa tanaman padi belum panen 2.840 Ha. Kondisi 2.840 Ha aman menunggu panen diperkirakan panen di akhir Juni 2021,” jelas dia.

Adapun produktifitas rata-rata panen padi mencapai 5,83 ton Gabah Kering Giling per Ha. Sehingga untuk capaian produksi sementara musim tanam ke 2  mencapai 31.253 ton GKG, dan jika yg 2.840 ha.

“Masih sisa padi panen di akhir Juni maka produksi masih bertambah,” terang dia.

Sementara pada musim tanam yang pertama telah panen padi seluas  48.491 dengan produktifitas 52,19 sehingga produksi mencapai 251.031 ton GKG. Total satu tahun 2021 produksi padi Gunungkidul diperkirakan bisa mencapai 300.000 ton GKG.

“Gerakan tanam padi di Ngalang merupakan tanam padi paling awal di musim ketiga 2021 Gunungkidul, sementara Kapanewon yang lain diperkirakan akan tanam mulai Juli 2021,” ucap dia.

u6Dacb.md.jpg
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: