Persyaratan Masih Diproses, Tempat Wisata Gunungkidul Belum Dibuka

  • Bagikan

Wonosari(lensamedia.co)–Ditutupnya tempat wisata sebagai langkah antisipasi penyebaran Pandemi sangat berimbas langsung pada perputaran ekonomi pelaku wisata. Angin segar wacana pemerintah tentang mulai dibukanya tempat wisata dalam uji coba terbatas mulai disambut para pelaku dan pengelola tempat wisata dengan antusias.

Mereka mulai memproses berbagai syarat yang harus dipenuhi dalam pembukaan uji coba terbatas ini.

Seperti yang disampaikan oleh pengelola wisata Cave Tubing Gua Kalisuci, Muslam Winarto. Muslam mengatakan saat ini pihaknya sudah mengajukan pendaftaran sertifikat CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environment).

“CHSE sudah kami daftarkan, dan sudah mendapat tanggapan,” kata Muslam, Kamis (23/09/2021).

Selain CHSE, menurut Muslam, masih ada beberapa persyaratan lain yang harus segera dipenuhi, salah satunya adalah Nomor Induk Berusaha (NIB) wisata. Namun keberadaan NIB ini disebutnya masih menjadi kendala di kalangan pelaku wisata.

“Rata-rata pelaku wisata di Gunungkidul belum memiliki NIB ini, sebagai solusinya, kami menggunakan Surat Keputusan (SK) yang diberikan Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul,” lanjutnya.

Walaupun begitu, Muslam menyatakan, pengurusan NIB ini juga sudah dalam proses,
pengajuannya berbareng dengan persyaratan QR Code PeduliLindungi.

“Untuk QR Code, khususnya di Obwis Kalisuci tidak ada masalah, kami ada fasilitas sinyal internet berupa WiFi, kami yakinkan bahwa proses verifikasi untuk persiapan pembukaan nantinya bisa berjalan lancar, termasuk syarat prosedur berwisata dengan protokol kesehatan,” imbuhnya.

Lebih lanjut Muslam menyatakan, bahwa bagi para pengelola wisata, rata rata mereka sudah cukup siap untuk pembukaan uji coba terbatas ini.

“Penerapannya tidak akan jauh berbeda dengan New Normal kemarin,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo menyatakan, bahwa saat ini Pemda DIY baru mengizinkan setidaknya 7 obyek wisata yang dibuka kembali dengan status uji coba terbatas, dengan syarat wajib sertifikat CHSE dan penggunaan aplikasi PeduliLindungi.

Menurut Singgih memang masih ada beberapa kendala dalam uji coba ini, seperti kesulitan sinyal internet hingga masih ada pengunjung yang belum vaksin namun mencoba masuk, Itu sebabnya, pihaknya kini menggencarkan vaksinasi di kalangan pelaku wisata hingga masyarakat.

“Kami harap akhir September atau Oktober nanti, target vaksinasi terpenuhi, untuk masalah sinyal, kami akan memberikan fasilitas WiFi di obyek wisata,” jelas Singgih.

Lebih lanjut Singgih menyatakan, selain aplikasi PeduliLindungi, pihaknya juga mewajibkan penggunaan aplikasi Visiting Jogja untuk reseverasi secara online.

“Mekanisme ini dilakukan guna membatasi jumlah pengunjung maksimal 25 persen dari kapasitas total tiap obyek wisata,” pungkasnya.

u6Dacb.md.jpg"
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: