u6Dacb.md.jpg

Permintaan Luar Negeri Tinggi, Budidaya Sarang Burung Walet di Gunungkidul Bisa Jadi Potensi Bisnis Besar

  • Bagikan

Wonosari,(lensamedia.co)–Budidaya sarang burung walet nampaknya dapat menjadi salah satu potensi bisnis menggiurkan di Gunungkidul. Terlebih dahulunya, alam di Bumi Handayani ini merupakan gudang sarang burung walet. Namun seiring perkembangan teknologi, saat ini produk bernilai ekonomis tinggi itu dapat dibudidayakan di dalam gedung.

Sebagai informasi, rumah burung walet idealnya dibangun pada lokasi jauh dari pemukimam atau minim kebisingan. Suhu dan kelembaban udara juga harus dijaga agar tetap stabil. Kemudian tempatnya juga diperhatikan agar memikat burung walet datang.

Seperti di salah satu rumah walet di Padukuhan Tegalsari, Kalurahan Siraman, Kapanewon Wonosari. Dengan modal dana 560 juta rupiah, bangunan berisi burung walet itu mampu menghasilkan Rp 1,14 miliar pertahunnya. Tentu hal ini sangat menjanjikan sekali untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

Beberapa waktu lalu, Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet), Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementrian Pertanian, Syamsul Ma’arif dalam kunjungannya mengatakan bisnis walet ini memang cukup menjanjikan. Terlebih jika kualitasnya baik dan memenuhi standar kualitas ekspor tentu pendapatan yang diperoleh pengusaha akan semakin berlipat.

“Kita melihat di Tiongkok, mereka membutuhkan 6.000 ton tiap tahunnya, serapan pasar luar negeri cukup tinggi. Belum untuk USA, Kanada, dan Uni Eropa serta Prancis. Kualitas sarang burung walet Indonesia termasuk yang terbaik. Kita dorong teman teman pembudidaya walet untuk berkembang,” kata Syamsul Maarif.

Ia menjelaskan, hampir setiap komponen dari walet ini jika diimbangi dengan pengetahuan maka dapat dimanfaatkan. Seperti air cucian sarang burung laku sebagai parfum walet untuk penarik walet agar mau bersarang.

“Budidaya disini cukup bagus dan terjamin segala sesuatunya. Persediaan makan walet dari alam sangat berlimpah, sini masih banyak hutan jati sehingga serangga makanan walet berlimpah,” imbuh dia.

Sementara itu, Plt Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengungkapkan sebenarnya potensi sarang burung walet telah ada sejak beberapa tahun lalu. Bahkan dulu pernah booming, kemudian seolah redup dan saat ini kembali bergeliat.

“Kita sedang melakukan pendataan terkait dengan peta sebaran rumah burung walet yang didirikan oleh para pengusaha,” papar Raharjo.

u6Dacb.md.jpg
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: