Persiapan Uji Coba Buka, Dinas Pariwisata Gunungkidul Ajukan QR Code PeduliLindungi

  • Bagikan

Wonosari,(lensamedia.co)–Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul mengajukan QR Code PeduliLindungi ke Kementrian Kesehatan untuk seluruh destinasi wisata. Hal ini dilakukan sebagai salah satu syarat diperbolehkannya melakukan uji coba buka kawasan wisata.

Sekretaris Dinpar Gunungkidul Harry Sukmono mengatakan bahwa pihaknya belum lama ini telah mengajukan akses QR Code ke Kementrian Kesehatan. Adapun yang diajukan merupakan seluruh destinasi wisata yang ada di Gunungkidul.

“Saat ini kita tinggal menunggu jawaban dari Kemenkes, kita tunggu saja,” kata Hary, Sabtu (18/09/2021).

Upaya lainnya, lanjut Hary, untuk mempersiapkan diri uji coba kawasan wisata dibuka, pihaknya juga mengumpulkan komunitas, pelaku wisata untuk segera menginstal aplikasi pedulilindungi dan segera mengurus sertifikat  Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment (Ramah lingkungan) atau CHSE.

Namun begitu, ketika disinggung mengenai kapan dibuka, Hary mengatakan bahwa keputusan berada di pemerintah pusat. Saat ini Dinpar Gunungkidul tengah berupaya mempersiapkan persyaratan penunjang izin dilakukan uji coba buka pariwisata.

“Pembukaan bergantung dengan kebijakan dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah DIY. Sambil menunggu, kami harus mulai mempersiapkan,” kata Hary.

Adapun yang menjadi masalah, yakni masih adanya lokasi blankspot di kawasan wisata. Beberapa diantaranya yakni Pantai Nglambor, Pantai Siung, dan wediombo. Menyikapi hal itu, Dinpar Gunungkidul berkomunikasi dengan Dinas Kominfo Gunungkidul guna mengatasinya.

Sementara itu, salah satu penyewaan Snorkeling Pantai Nglambor, Aditya Putratama mengatakan, pihaknya mengaku kesulitan untuk akses Pedulilindungi karena di wilayahnya tergolong sulit sinyal. Dirinya juga menyayangkan janji pemerintah untuk memasang wifi gratis di kawasan sulit sinyal, namun sampai saat ini belum ada realisasinya.

“Seharusnya pemerintah segera mengusahakan untuk mengantisipasi kesulitan sinyal. Padahal dulu informasinya mau memasang wifi gratis di kawasan sulit sinyal, tetepi hingga kini belum ada,” kata Aditya.

Pihaknya hanya bisa berharap, pemerintah bisa segera membuka kawasan wisata. Sebab sudah lebih dari 2 bulan tidak diperbolehkan menerima tamu.

“Kami siap mengikuti peraturan yang ada, namun kami berharap pemerintah segera memperbolehkan melakukan uji coba. Kasihan pelaku wisata,” kata dia. 

u6Dacb.md.jpg"
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: