Peringati Maulid Nabi, Dhibra Shiddiqiyyah Rayakan Dengan Berbagi

  • Bagikan

Tanjungsari, (lensamedia.co)– Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW senantiasa diperingati umat Islam setiap tahunnya. Demikian pula dengan Dhilal Berkat Rohmat Alloh (Dhilal) sebagai bagian Toriqot Shiddiqiyyah memanfaatkan momentum maulidur rasul dengan berbagi kepada sesama umat. Ratusan warga miskin di Kalurahan Ngestirejo, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul mendapatkan paket bantuan.

Hadir dalam acara ini Nuryanto, Ketua DPD Orshid Gunungkidul, Ketua Dhibra jajaran Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah (Opshid), Lurah Ngestirejo serta ratusan massa di Balai Kalurahan Ngestirejo.

Menurut Sugeng Apriyanto, perwakilan dari Dhibra Shiddiqiyyah, dalam rangka memperingati hari ulang tahun Dhibra ke 21 sekaligus santunan nasional ke 17, maka pihaknya menggelar acara ini.

“Ada sekitar 200 kaum dhuafa mulai dari yatim piatu, janda tidak mampu hingga fakir miskin yang kita bantu. Bantuan sudah kita bikin dengan nominal masing masing Rp 200 ribu per paket,” jelas Sugeng.

Sebelum dibagikannya paket bantuan, terlebih dahulu digelar dzikir pujian untuk Rasulullah Muhammad SAW yang diikuti seluruh hadirin yang dipandu langsung secara live visual oleh Mursyid Tarekat Shiddiqiyyah, Syekh Muhammad Muchtar bin Abdul Mu’thi Muchtarullah Al Mujtaba.

Dalam amanatnya Syekh Muhammad Muchtar menyampaikan hakikat peringatan maulid Nabi Muhammad SAW adalah sebagai bukti kecintaan umat Islam kepada Rasulullah sebagai Rahmatan Lil Alamin.

“Barang siapa yang mengagungkan nama Rasulullah Muhammad SAW pada tiap- tiap hari kelahirannya maka diyakini akan mendapatkan syafaat darinya pada saat kiamat nanti. Dan barang siapa yang menginfakkan sebagian hartanya untuk beramal saleh pada waktu itu, maka sama artinya dengan beramal sebesar gunung emas untuk perang sabil,” urai Syekh Muhammad Muchtar.

Bukan suatu kebetulan Nabi Muhammad SAW dilahirkan pada hari Senin 12 Rabiul Awal. Sebab nabi menerima wahyu sebagai rahmatan lil alamin juga pada hari Senin.

Demikian juga diangkat ke Sidratul Munthaha juga jatuh hari Senin dan berbagai peristiwa seperti hijrahnya Muhammad dari Mekkah ke Madinah, masuk kota Madinah, turunnya ayat terakhir hingga wafatnya Rasulullah Muhammad SAW semua terjadi di hari Senin.

“Jadi sejarah hari Senin ini dimulainya pada saat kelahiran Rasulullah Muhammad SAW alias maulid nabi. Maka disinilah umat perlu tahu sejarahnya secara lengkap,” tambahnya.

Rasulullah Muhammad SAW, sambung Syekh Muhammad Muchtar, telah mewariskan kepada umat berupa 3 I. I yang pertama berupa rukun Iman, I yang kedua berupa rukun Islam dan I yang ketiga rukun Ihsan yang bilamana diterapkan dalam kehidupan sehari hari akan mengubah manusia yang notabene seorang insan menjadi hamba yang bertakwa.

Jika disingkat maka akan ketemu bahasa San singkatan dari Insan dan Tri alias tiga atau Insan yang menjalankan 3 perkara. Lewat jalur itulah In Sha Allah manusia akan selamat fid dunia wal akhiroh.

u6Dacb.md.jpg"
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: