Penyidikan Kasus Oknum Guru Ngaji Cabul Berlanjut, Polisi Cek TKP Bersama Korban

  • Bagikan
polisi melakukan olah TKP kasus guru ngaji cabul

Wonosari,(lensamedia.co)–Kasus oknum guru ngaji yang diduga mencabuli murid-murid perempuannya berlanjut dalam tahap penyidikan polisi. Beberapa waktu lalu, terduga memang sempat diamankan ke Mapolsek Wonosari saat rumahnya digeruduk oleh masa yang tidak terima, karena terduga masih bebas.

Kanit Pidsus Sat Reskrim Polres Gunungkidul, Ipda Ibnu Puji Hartono yang mewakili Satuan PPA dalam cek lokasi dan pengumpulan data perkara, menyatakan bahwa saat ini kasus pencabulan ini memasuki tahab penyidikan.

“Kita sedang mengumpulkan data data, keterangan dari korban dan cek TKP, ” terang Ibnu, Senin(11/12021) di lokasi cek TKP.

Pada penyidikan ini, polisi menghadirkan dua murid perempuan yang diduga telah dicabuli oleh pelaku. Pelaku diketahui adalah guru ngaji dan Hadroh di masjid setempat, dia juga berstatus sebagai pegawai ASN bagian Tata Usaha(TU) salah satu SD di Kalurahan Mulo.

Dengan didampingi oleh pengacaranya, dua korban yang berusia 18 tahun dan 20 tahun ikut dihadirkan dalam pengumpulan data di TKP tersebut. Oleh penyidik, dua korban masing-masing diminta menjelaskan secara detail peristiwa pencabulan yang menimpa mereka.

Cek TKP dilaksanakan di tiga tempat kejadian, yaitu di SD Mulo Baru yang berada di jalan Wonosari-Baron Kalurahan Mulo Kapanewon Wonosari. Kemudian di Masjid Al Ikhlas Mulo, dan juga di Kali Gowang Kalurahan Sodo, Kapanewon Paliyan.

Cek TKP pertama dilaksanakan di kompleks SD N Mulo Baru, korban yang berumur 18 tahun, dengan didampingi oleh penyidik kemudian menunjukkan titik-titik tempat dimana kejadian pencabulan terjadi. Tempat tersebut di antaranya di depan kantor Kepala Sekolah dan ruang perpustakaan, tempat yang dijadikan tempat menginap terduga pelaku bersama istri, kemudian ruang guru, toilet hingga gudang yang berada di kompleks SD tersebut.

Cek lokasi selanjutnya adalah di kompleks Masjid Al Ikhlas Mulo, kedua korban juga terlihat menjelaskan lokasi lokasi yang dijadikan tempat memulai ritual khusus sebelum kemudian mereka melanjutkan ke kali Gowang, dimana pencabulan salah satu korban terjadi.

Ipda Ibnu melanjutkan, pihaknya telah melakukan gelar perkara berkaitan dengan dugaan pencabulan oleh oknum guru mengaji tersebut. Dalam gelar perkara tersebut, pihaknya lantas menaikkan status kasus pencabulan ini ke penyidikan.

“Kita tingkatkan menjadi penyidikan dari penyelidikan,”tutur dia mewakili Kanit PPA yang tengah melakukan diklat di Semarang, Senin (11/10/2021).

“Dalam penyidikan kasus, kita memang harus cek TKP bersama korban, karena yang mengetahui peristiwanya adalah mereka,” imbuh Ibnu lagi di sela-sela cek TKP.

Disinggung soal penetapan status tersangka, Ibnu menyatakan, bahwa sampai saat ini pihaknya terus mengumpulkan data data baik dari keterangan saksi dan juga pelaku.

“Saat ini kami belum tetapkan tersangka, kasus ini masih terus kita kaji,” pungkasnya.

u6Dacb.md.jpg"
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: