Pengakuan Lurah Karangawen, Gunakan Uang Hasil Korupsi untuk Bangun Rumah dan Foya-foya

  • Bagikan

Wonosari,(lensamedia.co)–Proses hukum kasus korupsi Lurah Karangawen, Kapanewon Girisubo terus berlanjut . Pihak berwajib terus melakukan pengumpulan data, dokumen dan keterangan para saksi.

Lurah Roji sendiri paska menyerahkan diri langsung ditahan oleh pihak berwajib dan ditetapkan menjadi tersangka. Sejauh ini Polisi baru menetapkan satu tersangka pada kasus ini, akan tetapi tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain, karena kasus ini masih dalam pengembangan.

Kapolres Gunungkidul, AKBP Aditya Galayudha Ferdiansyah menyatakan bahwa dalam pemeriksaan yang dilakukan tersangka mengaku bahwa uang hasil korupsi sebanyak 5,2 milyar itu sudah digunakan untuk keperluan pribadi, foya foya dan membayar hutang serta membangun rumah di Karangawen.

“Kami terus mendalami kasus ini, terutama terkait dengan pemanfaatan uang ganti rugi JJLS ini, tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain,” terangnya di Mapolres Gunungkidul, Rabu(13/10/2021).

Kapolres melanjutkan, saat kasus korupsi mencuat, tersangka sempat menjadi buron dan dimasukkan dalam DPO sebelum menyerahkan diri ke Polres.

“Tersangka sempat pergi ke Kalimantan, dan kemudian balik ke Gunungkidul untuk menyerahkan diri,”imbuhnya.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan selama, Roji sendiri mengakui bahwa tindak korupsi yang dilakukannya memang sudah direncanakan, termasuk transfer uang ganti rugi yang masuk ke nomor rekening pribadinya.

Kepada media, Roji yang turut dihadirkan pada acara pers rilis menyampaikan bahwa jumlah uang yang ditransfer ke rekening pribadinya sebanyak 7,1 milyar. Dana sebesar itu, adalah milik Kalurahan Karangawen, sebagai ganti rugi tanah yang terkena proyek JJLS.

“Saya setorkan ke rekening desa sebesar 1,8 miliar rupiah. Sedangkan 5,2 miliar saya gunakan,” ujar Roji.

“Tersangka kami kenakan pasal 2 subsider pasal 3 subsider pasal 8 UU RI nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU RI nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasa tindak pidana korupsi dengan ancaman penjara 20 tahun,” pungkas Kapolres.

u6Dacb.md.jpg"
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: