u6Dacb.md.jpg

Pelaku Wisata Tunggu Hasil Swab, Kawasan Bukit Paralayang Watu Gupit Ditutup Sementara

  • Bagikan

Purwosari,(lensamedia.co)–Munculnya klaster hajatan di Kalurahan Giricahyo, Kapanewon Purwosari membuat obyek wisata bukit paralayang Watu Gupit ditutup sementara. Hal ini dilakukan lantaran beberapa pelaku wisata masih menunggu hasil swab.

Lurah Giricahyo, Suparyana mengatakan, ditutupnya lokasi wisata yang terkenal sebagai lokasi untuk melihat matahari tenggelam ini berawal awalnya ada hajatan di Padukuhan Gabuk, Kalurahan Giricahyo pada 20 Juni 2021 lalu. Usai hajatan selesai, diketahui 4 orang warga terkonfirmasi positif covid-19.

“Kemudian dilakukan tracing kontak terhadap 71 orang. Dari jumlah itu mereka ada yang bekerja di Watu Gupit. Ada yang parkir, pemandu yang jualan,” ucap Suparyana, Sabtu (26/06/2021) petang kemarin.

Kemudian, virus tersebut menyebar ke luar wilayah Kalurahan Giricahyo. Hal itu membuat pemerintah kalurahan memutuskan untuk menutup sementara obyek wisata watu gupit mulai tanggal 24 Juni.

“Kami tutup sementara sampai 14 hari ke depan. Apalagi ini masih menunggu hasil swab sekitar 71 orang,” tandas dia.

Nantinyaz jika mereka yang menjalani swab telah keluar hasilnya dan dinyatakan negatif, maka pihaknya akan melakukan pembukaan lokasi wisata itu.

“Jadi kalau hasil swab (pelaku wisata Watugupit) negatif (Covid-19) bisa membuka sana lagi,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul Harry Sukmono mengatakan, pihaknya tidak mengetahui secara pasti penutupan wilayah watugupit. Untuk destinasi wisata yang lain tetap buka seperti biasa.

“Belum ada intruksi (penutupan kawasan wisata),” kata Harry.

u6Dacb.md.jpg
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: