Pelaku Wisata di Gunungkidul Ancam Kibarkan Bendera Putih

  • Bagikan

Wonosari,(lensamedia.co)–Gabungan Asosiasi pelaku wisata Gunungkidul pada Rabu (06/10/2021) kemarin menggelar pertemuan yang membahas tentang nasib usaha wisata yang terdampak PPKM Level 3. Dalam pertemuan ini, mereka menyebut, jika sampai tanggal 9 Oktober 2021, belum ada kebijakan yang berpihak kepada para pelaku wisata, maka secara serentak mereka akan mengibarkan bendera putih

Pertemuan ini juga menyepakati tiga poin tuntutan, yang berisi desakan kepada pemerintah untuk menyelamatkan usaha di bidang pariwisata. Tiga Poin keputusan yang kemudian secara resmi mereka sampaikan kepada Gubernur DIY, DPR Propinsi, Forkompimda, DPR D Gunungkidul, Kepala Dinas Pariwisata DIY, Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Gugus Tugas Covid DIY dan Gugus Tugas Covid Gunungkidul.

Tiga poin yang disampaikan, secara umum berisi permintaan para pelaku wisata agar pemerintah segera mempertimbangkan pembukaan seluruh kawasan wisata di Gunungkidul.

Dalam poin pertama, mereka menyebut bahwa penutupan akses menuju destinasi pariwisata di Gunungkidul, menjadikan beban pelaku wisata menjadi semakin berat. Mereka yang sangat merasakan dampak yakni yang berada di dalam garis obyek wisata karena sama sekali tidak ada pemasukan, sementara operasional harian harus terus dicukupi.

Pada poin kedua, merujuk dengan telah dibukanya mall, Gabungan Asosiasi Pelaku Wisata se-Gunungkidul juga meminta seluruh destinasi wisata untuk segera dibuka dengan kapasitas seperti yang telah diatur oleh pemerintah.

Sedang untuk poin ketiga berisi kesanggupan seluruh pelaku usaha wisata dan juga obyek wisata untuk berkomitmen mematuhi segala syarat protokol kesehatan, karena beberapa tempat wisata juga sudah mengantongi sertifikat CHSE.

Hanafi, perwakilan PHRI Gunungkidul, salah satu Asosiasi yang ikut menandatangani surat keputusan menyatakan bahwa pelaku wisata ini memberikan tenggat waktu hingga 9 Oktober ini.

“Apabila tidak ada kebijakan yang meringankan pelaku wisata, kami akan mengibarkan bendera putih serentak sebagai tanda keterpurukan usaha wisata secara umum,” terang Hanafi, Jumat(08/10/2021) kemarin.

Hanafi menyebut, di sektor restoran yang mereka kelola memang ada peningkatan sedikit untuk kunjungan karena pelonggaran PPKM, namun mereka masih harus menghadapi berbagai kendala terkait berbagai pembatasan yang diterapkan.

“Yang lebih parah, teman teman pelaku wisata yang berada dalam garis wisata, mereka hampir tidak ada pemasukkan,” kata dia.

Menanggapi hal ini, Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Harry Sukmono saat dikonfirmasi mengatakan bahwa keputusan pembatasan atau penutupan tempat wisata telah diatur oleh pemerintah pusat melalui Inmendagri.

“Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus berupaya untuk bisa memenuhi persyaratan., terus terang kami juga menginginkan agar segera mendapatkan kelonggaran  aktifitas kegiatan kepariwisataan,” terang Harry.

Harry menambahkan, jika nanti tiba saatnya wisata dibuka, pihaknya akan melibatkan lintas sektoral, khususnya dengan melibatkan insan pariwisata di Kabupaten Gunungkidul.

“Kami minta teman teman pelaku wisata untuk sedikit bersabar, dan untuk menjaga keadaan tetap kondusif, kami minta agar aksi tersebut diurungkan,” pungkas Harry.

u6Dacb.md.jpg"
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: