Pelaku Tak Kunjung Diamankan, Penasehat Hukum Korban Penganiayaan di Ponjong Sebut Penanganan Kasus Lamban

  • Bagikan

Wonosari,(lensamedia.co)– Penasehat hukum keluarga dari anak korban kasus persekusi disertai penganiayaan di Ponjong, Gunungkidul, Suraji Noto Suwarno menilai aparat penegak hukum cukup lamban dalam penanganan kasus. Pasalnya, hingga saat ini pelaku yang sudah jelas terekam melakukan penganiayaan belum juga ditahan oleh pihak kepolisian.

“Pada prinsipnya penangkapan pelaku lamban, karena satu korban adalah anak dan videonya sudah berkembang dimana-mana. Orang yang muncul di video itu harusnya sudah diamankan tidak perlu menunggu pemerikasaan saksi-saksi terlebih dahulu. Tegas saya bilang ini termasuk lamban,” ucap Suraji.

Suraji bersama ayah korban mengaku telah mendatangi Polres Gunungkidul untuk memantau perkembangan kasus terhadap T. Pihaknya mendapat informasi bahwa saat ini kepolisian baru melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi.

“UPPA sudah memproses laporan dari kami dan hari ini sudah ada beberapa saksi yang sudah dipanggil,” kata dia.

Dari analisis yang dilakukan, Suraji menyebut bahwa pelaku melakukan pelanggaran terhadap UU Anak pasal 77 C terkait penganiayaan anak dan diduga kuat melanggar UU ITE pasal 27 ayat 4 dan pasal 29 terkait dengan paksaan dan tekanan ancaman. Selain itu, kemungkinan pelaku juga melanggar pasal 351 KUHP, ia berharap kepolisian bersikap profesional dan proporsional sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

“Ada yang melakukan penganiayaan, ada yang melakukan perekaman, ada yang mengedarkan, ada yang menjemput penculikannya,” beber Suraji.

Dengan begitu, Suraji menyebut bahwa tersangka kejahatan dalam kasus tersebut lebih dari satu orang. Dirinya meminta kepada aparat penegak hukum agar memproses pihak-pihak yang terlibat.

Sementara itu ayah korban, Ribut Jemani, mengatakan pelaku sempat mendatangi rumahnya pada Sabtu (25/06/2022) sore kemarin didampingi oleh personil dari Koramil Kapanewon Ponjong. Saat berada dirumahnya, pelaku menceritakan kronologis yang sebenarnya dan meminta maaf atas perbuatannya.

Pelaku mengaku hanya sebagai eksekutor dan disuruh oleh seseorang berinisial G yang merupakan anak salah satu tokoh terkenal di Kalurahan Genjahan, Kapanewon Ponjong.

“Saya maafkan, tapi proses hukum akan saya jalankan sesuai prosedur hukum. Dia mengakui begini kalau dia itu tidak salah, dia cuma korban dari aktor intelektual inisial G.” tegasnya.

Ia juga menjelaskan, terkait dengan kondisi anaknya, saat ini kondisi fisik anaknya sudah mulai membaik. Namun demikian, anaknya belum sepenuhnya kembali seperti semula.

Ia mencontohkan ketika pelaku berkunjung ke rumahnya, anaknya tidak mau menemui karena merasa trauma dan takut. Ia berharap agar pelaku dapat segera diamankan dan dihukum sesuai peraturan yang ada.

“Anak saya tidak pernah ketemu lagi sama pelaku karena anak saya kalau melihat pelau masih takut,” tutupnya.

lensamedia
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: