Pelaku Pencabulan Terhadap Remaja di Playen Tak Ditahan, Polisi : Poroses Hukum 5 Lanjut

  • Bagikan

Playen,(lensamedia,co)–Pelaku tindak pencabulan remaja berkebutuhan khusus, S (44) warga Kalurahan Bleberan, Kapanewon Playen, Gunungkidul akhirnya dilepas oleh polisi. Pelaku Sempat dibawa ke kantor polisi, dan mengakui perbuatan bejatnya terhadap korban, namun saat ini pelaku tidak ditahan.

Kapolsek Playen, AKP Hajar Wahyudi menyatakan, bahwa setelah menjalani serangkaian pemeriksaan akhirnya S diperbolehkan untuk pulang alias tidak ditahan.

“Kami memang melepas tersangka karena yang bersangkutan memang tidak bisa ditahan karena ancaman hukuman di bawah 5 tahun,” terang Hajar, Senin(25/10/2021).

Hajar menambahkan, selain ancaman hukuman di bawah 5 tahun, juga karena bukan pasal pengecualian dalam KUHAP.

Kendati demikian, Hajar menandaskan proses hukum dalam kasus dugaan pencabulan tersebut tetap berlanjut. Polisi terus melakukan penyidikan dugaan pencabulan tersebut.

“Dari pemeriksaan sementara, pencabulan tersebut memang tidak sampai ke persetubuhan namun sudah mengarah ke sana, tindakan dari pelaku sudah masuk dalam kategori pencabulan,” lanjutnya.

Aksi pencabulan yang dilakukan oleh S sendiri terjadi Kamis (21/10/2021) lalu sekira pukul 07.30 WIB. Peristiwa pencabulan ini terjadi di rumah korban yang berada di Kalurahan Bleberan Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul

Saat peristiwa itu korban memang tengah sendirian di rumah karena ayahnya pergi ke landang sementara ibunya pergi ke warung membeli sayur. Korban di rumah hanya bersama pelaku karena pagi itu pelaku terlihat minum teh bersama keluarga korban.

“Antara Orang tua korban dengan pelaku memang saling kenal, pelaku sudah terbiasa bertamu ke rumah korban,” kata Hajar.

Sementara itu, ditemui dirumahnya, orang tua korban menyatakan, bahwa beberapa waktu lalu, pihak keluarga pelaku, kepala Dukuh dan saudaranya datang ke rumahnya untuk mengajak damai.

“Iya, kemarin datang kesini, mereka bermaksut meminta maaf,” terang ayah korban, Selasa(26/20/2021).

Dia melanjutkan, waktu itu memang ada musyawarah untuk menyelesaikan perkara ini secara kekeluargaan. Dan pihak keluarganya sudah sepakat menerima hal itu.

“Sebetulnya saya juga tidak menyangka, pelaku itu teman saya, sering berkunjung kesini, kok dia tega teganya memperlakukan anak saya seperti itu, tapi karena istri saya juga menyatakan sudah menerima, maka daripada urusannya berkepanjangan dan repot, akhirnya saya juga sudah menerima,” lanjutnya.

Ayah korban melanjutkan, dalam kesempatan itu, dengan disaksikan pelaku, saudara, dan Dukuh dua dusun, dirinya sudah menandatangani surat pernyataan damai, dan akan mencabut laporannya dengan beberapa syarat, salah satunya pelaku tidak boleh menginjakkan kakinya lagi dirumahnya.

Saat disinggung soal kondisi anaknya, ayah korban menyatakan bahwa memang setelah kejadian, korban sempat trauma, tidak mau makan dan terus menangis, tapi saat ini kondisi korban sudah stabil dan biasa kembali.

“Sekarang sudah biasa, anak saya dan ibunya saat ini sedang ke Jakarta.ke tempat saudara, ada keperluan,” pungkasnya.

u6Dacb.md.jpg"
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: