Pegang Tradisi, Nelayan Gunungkidul Tak Melaut di Hari Jumat Kliwon

  • Bagikan

Girisubo,(lensamedia.co)–Masyarakat di Kabupaten Gunungkidul masih memegang erat adat tradisi yang ditinggalkan nenek moyang di era modern seperti saat ini. Salah satunya adalah pantangan melaut bagi para nelayan pada hari Jumat Kliwon. Meski tidak mengetahui alasan pastinya, namun warisan para pendahulu itu masih terus dilestarikan.

Diceritakan oleh Ketua Nelayan Pantai Nampu, Sunu Handoko Bayu Sagara selain gelombang tinggi para nelayan di wilayahnya juga memegang tradisi larangan melaut pada hari Jumat Kliwon dalam penanggalan jawa. Ia juga tidak mengetahui alasan pasti larangan tersebut dibuat. Namun para nelayan masih terus melestarikan peninggalan leluhur tersebut.

“Kami tidak tahu sejak kapan aturan ini ada. Tetapi kami sebagai nelayan yang muda di Nampu, Balong, Sadeng dan sekitarnya masih taat terhadap larangan tersebut,” ucap Sunu, Selasa (03/08/2021).

Pihaknya meyakini, apa yang diwariskan para pendahulunya itu tentu memiliki alasan. Terlebih di Gunungkidul yang masih kental dengan tradisi leluhur jawa.

“Selama ini nelayan masih taat dengan aturan itu. Sehingga juga tidak pernah ada kejadian kecelakaan laut di hari itu karena memang tidak ada yang berani melanggar,” jelas Sunu.

Namun begitu, aturan tersebut tidak berlaku bagi petugas SAR yang melakukan pencarian bila mana terjadi korban laka laut. Upaya pencarian jalur laut tetap dilakukan menggunakan kapal.

“Misal ada korban hilang hari Kamis dan Jumatnya adalah Jumat Kliwon tetap dilakhkan upaya pencarian,” ucap Sunu.

Selain larangan Jumat Kliwon tersebut, nelayan juga masih memegang erat tradisi tidak melaut saat satu Suro. Di hari itu, nelayan bahkan menggelar tradisi labuhan atau melarung sesaji ke tengah laut.

“Tradisi satu suro masih berjalan juga sampai saat ini,” ucap dia.

Sementara itu, Nelayan Pantai Sadeng, Agung Widodo mengatakan, larangan melaut pada hari Jumat Kliwon di wilayah Sadeng sampai saat ini masih terus dijalankan. Bahkan ada aturan lain yang dipegang bahwa bagi pelanggar kapalnya akan dinaikan ke dermaga untuk dilarang melaut dalam waktu tertentu.

“Sesuai aturan di Sadeng ada yang nekat melaut di hari Jumat Kliwon maka kapalnya diangkat ke dermaga dan dilarang melaut satu minggu. Belum lama ini ada nelayan luar yang melanggar dan terpaksa diangkat,” ucapnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: