Pasar Digital Mulai Berkembang, Gunungkidul Punya Pasar COD

  • Bagikan
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta melihat dagangan salah satu anggota konco COD saat peresmi pasar COD di terminal lama wonosari, Jumat (24/09) kemarin

Wonosari,(lensamedia.co)–Transaksi online pada sistem pasar digital, saat ini memang telah menjadi trend. Kemudahan transaksi antara penjual dan pembeli menjadikan sistem online ini menjadi suatu pilihan cara belanja yang praktis.

Lewat smartphone, baik penjual maupun pembeli bisa bebas bertransaksi, menawarkan dagangan, mencari ataupun memilih barang yang diinginkan, sampai pada harga yang disepakati (deal). Jika deal, biasanya akan dilanjutkan dengan transfer uang dan pengiriman barang dengan memanfaatkan jasa paket/ekspedisi, kalau jarak antara penjual dan pembeli jauh.

Akan tetapi jika jarak masih relatif terjangkau, mereka biasanya lebih memilih sistem Cash On Delivery (COD), dimana antara penjual dan pembeli akan janjian untuk bertemu di suatu tempat.

Aktifitas para pedagang online Gunungkidul yang di dominasi para perempuan ini berkembang sangat cepat, apalagi dimasa Pandemi dengan penerapan PPKM, sistem pasar digital/online dianggap menjadi sebuah cara yang praktis dan efisien untuk berbelanja.

Untuk menfasilitasi hal ini, maka pada Jumat(24/09/2021), Pemkab Gunungkidul membuka sentral lokasi COD yang dinamai “Konco COD Gunungkidul,”. Sentral lokasi COD ini berlokasi di bekas terminal Wonosari, dan diresmikan oleh Bupati Gunungkidul, H. Sunaryanta.

Berlita Febriana Putri, ketua COD Gunungkidul, sekaligus pemilik lahan yang secara sukarela dijadikan tempat berkumpulnya para pedagang COD menyatakan, bahwa tujuan dibentuknya Konco COD Gunungkidul ini adalah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, lewat pasar digital.

“Pasar COD juga bisa sebagai sarana mengembangkan relasi bagi pelaku usaha di masyarakat dan menjadi mitra pemerintah terang Putri, Jumat(24/09/2021).

Putri melanjutkan, ide dibentuknya sentra COD ini berawal saat dia dan teman temannya melihat trend pasar digital akhir akhir ini berkembang sangat cepat, apalagi dimasa Pandemi dan penerapan PPKM.

“Dengan pasar digital, banyak penjual dan pembeli merasa sangat terbantu dalam menjual arau mencari barang,” imbuhnya

Sementara itu, Kepala Disperindag Gunungkidul, Kelik Yuniantoro, S.Sos,MM mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pembinaan dari pemerintah, agar para pelaku ekonomi COD dapat lebih terkoordinir.

“Alternatif kegiatan ekonomi yang sangat mungkin bisa dikembangkan, walau memang dalam sistemnya harus menerapkan beberapa aturan yang harus di sepakati antara penjual dan pembeli,” kata Kelik

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Gunungkidul menyampaikan, bahwa pihaknya merasa yakin komunitas COD ini akan menjadi besar, diiringi pasar digital di Gunungkidul yang juga tumbuh secara pesat.

“Pasar COD ini merupakan sebuah terobosan dan inovasi, dan kami yakin nantinya akan lebih banyak yang bergabung, sehingga diharapkan akan membantu menumbuhkan ekonomi di Gunungkidul,” kata Bupati.

Bupati juga sependapat, bahwa dengan kepraktisannya, sistem transaksi dagang COD saat ini memang menjadi tren yang semakin diminati masyarakat

“Kita lihat perkembanganya nanti, jika bagus tidak menutup kemungkinan akan kami linkan dengan program pemerintah” tutup Bupati.

u6Dacb.md.jpg"
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: